Dikuras, Umbul Ponggok Klaten Ditutup 2 Hari

Umbul Ponggok Klaten. (Solopos/Dok)
16 Mei 2018 20:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Objek Wisata  Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, ditutup untuk pengunjung selama dua hari, Kamis-Jumat (17-18/5/2018). Penutupan itu untuk masa perawatan dan pengurasan air.

Direktur BUM Desa Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Joko Winarno, mengatakan pengurasan air umbul itu sudah dikoordinasikan dengan PDAM Tirta Merapi Klaten dan dipastikan tidak akan mengganggu aliran air ke sungai maupun instalasi PDAM.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Selama ini, Umbul Ponggok menjadi salah satu sumber air bagi para pelanggan PDAM Klaten. “Dampak ke aliran irigasi mudah-mudahan tidak ada. Karena air umbul tidak surut sampai habis saat dikuras,” kata Joko saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (16/5/2018).

Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, mengatakan pengurasan dimaksudkan untuk pembersihan umbul. Kegiatan itu dilakukan rutin sekali dalam setahun di objek wisata  itu.

”Biasanya sebelum padusan [jelang Ramadan] dikuras. Namun, karena kemarin pengunjungnya cukup banyak kami putuskan pengurasan dilakukan saat Puasa [Ramadan]. Tujuan umbul dikuras untuk perawatan agar kebersihannya terjaga. Karena kan selama ini pemanfaat umbul itu orang banyak,” kata pria yang akrab disapa Juned itu.

Ia juga menyampaikan pengurasan umbul itu tak dilakukan hingga seluruh air umbul surut. Pembukaan pintu umbul hanya dilakukan pada pintu atas. “Turunnya 30 sentimeter. Jadi tidak sampai habis,” urai dia.

Disinggung dampak yang terjadi jika umbul dikuras, Juned menjelaskan selain sudah dikoordinasikan dengan PDAM, rencana itu juga sudah disampaikan ke pengguna air dari umbul ke wilayah hilir.

“Kalau dampak ke pendapatan BUM desa tidak signifikan. Apalagi ini dilakukan saat memasuki Ramadan. Jika pengunjung datang, bisa ke lokasi wisata  lain seperti Banyu Mili atau Umbul Kapilaler,” katanya.