Car Free Sunday Wonogiri Ditiadakan sampai Akhir Juni

Pengunjung memadati area CFS di Jl. Pemuda II kawasan kota Wonogiri, Minggu (13/5 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
16 Mei 2018 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri meliburkan car free sunday (CFS) di Jl. Pemuda II kawasan kota selama Ramadan  dan Lebaran. CFS mulai libur pada Minggu (20/5/2018) dan akan digelar lagi pada Minggu (1/7/2018).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (15/5/2018), menyampaikan CFS diliburkan agar arus lalu lintas selama Ramadan  dan Lebaran tak terganggu.

Tokopedia

Jl. Pemuda II ruas perempatan Ponten hingga dekat Jembatan Jurang Gempal atau Jembatan Pokoh tempat digelarnya CFS merupakan jalur utama kendaraan dari arah Ngadirojo menuju Sukoharjo/Solo.

Selain itu ruas perempatan Pokoh hingga persimpangan Taman Ekodayawilaga merupakan jalur utama kendaraan dari Ponten menuju Ngadirojo. Apabila CFS tak diliburkan, arus lalu lintas bisa terganggu dan bisa terjadi penumpukan kendaraan. Padahal, saat Ramadan dan Lebaran arus lalu lintas dipastikan meningkat.

“CFS akan digelar lagi dua pekan setelah Lebaran sambil menunggu arus lalu lintas benar-benar sudah normal kembali. Biasanya setelah Lebaran arus mudik atau balik masih ramai, terlebih Minggu pagi. Jadi, perlu dipastikan agar arus lalu lintas normal dulu baru CFS dibuka lagi,” kata Ismiyanto.

Mengenai hal ini Dishub sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag), Satuan Lalu Lintas Polres Wonogiri, dan pihak terkait lainnya. Dinkop UKM Perindag akan menyosialisasikan kebijakan peliburan CFS kepada para pedagang kaki lima (PKL).

Ismiyanto meyakini para pedagang secepatnya akan mengetahui informasi terkini karena dinas terkait memiliki jaringan komunikasi dengan mereka. Di sisi lain, Dishub akan menyosialisasikan kepada lembaga yang biasanya membuka layanan di CFS, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Samsat keliling.

Dishub juga akan menyosialisasikan kepada masyarakat luas melalui para camat. Selanjutnya camat diharapkan dapat menyosialisasikan kepada pemerintah desa kemudian disampaikan kepada warga.

“Ini masih ada waktu untuk sosialisasi. Sosialisasi harus benar-benar sampai kepada pedagang dan masyarakat agar tidak ada yang kecele,” ulas Ismiyanto.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinkop UKM Perindag Wonogiri, Wahyu Widayati, mengaku sudah menyosialisasikan diliburkannya CFS selama Ramadan  dan Lebaran kepada para pedagang. Sosialisasi dilakukan melalui jaringan komunikasi dinas dengan paguyuban pedagang.

Dia optimistis para pedagang sudah mengetahui informasi tersebut. “Setiap tahun CFS libur saat Ramadan dan Lebaran. Saya kira pedagang juga sudah hapal,” kata Wahyu.