Naik, Kebutuhan Uang Lebaran Soloraya Capai Rp5 Triliun

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto (kiri), memberi paparan di Ruang Kayangan Setda Wonogiri, Rabu (16/5 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
16 Mei 2018 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo memprediksi kebutuhan uang di Soloraya selama Ramadan dan Lebaran tahun ini meningkat hingga mencapai lebih dari Rp5 triliun.

Salah satu pemicunya yakni meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menyusul akan adanya libur panjang menjelang hingga seusai Lebaran. Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, saat ditemui Solopos.com seusai mengikuti pertemuan di Sekretatiat Daerah (Setda) Wonogiri, Rabu (16/5/2018), mengatakan prediksi tersebut berdasar beberapa indikasi, seperti perekonomian Soloraya dalam kondisi baik menyusul meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada 2017.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ekonomi Soloraya tahun lalu tumbuh lebih dari 5 persen (year on year/yoy). Bandoe menyebut libur panjang turut memengaruhi meningkatnya kebutuhan uang.

Pada momen itu diperkirakan transaksi ekonomi masyarakat bakal meningkat. Terlebih, menjelang Lebaran  biasanya masyarakat memiliki simpanan uang lebih banyak dibanding hari biasa.

“Seperti diketahui akan ada pemberian gaji ke-13 [untuk kalangan masyarakat tertentu]. Di Soloraya ada PJPUR [Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah]. Lembaga ini berpengaruh terhadap kebutuhan uang karena dengan adanya lembaga itu pelayanan [distribusi uang] lebih cepat,” kata Bandoe.

Bandoe mencatat kebutuhan uang selama Ramadan-Lebaran 2017 mencapai Rp4,6 triliun. Kenaikan kebutuhan uang tidak selalu terjadi tiap tahun. Beberapa tahun lalu kebutuhan uang pernah turun.

Saat kebutuhan uang diperkirakan meningkat BI perlu menghitung untuk mengetahui berapa besar kebutuhan uang masyarakat. Hal itu supaya kebutuhan masyarakat terhadap uang dapat terpenuhi. Selain itu bank-bank perlu membuat strategi pelayanan.

Menyikapi hal tersebut BI sudah meminta bank-bank membuka layanan penukaran uang, menyiapkan anjungan tunai mandiri (ATM) untuk memastikan dana mencukupi kebutuhan masyarakat, dan memperluas area penukaran uang.

Di Wonogiri, selain di masing-masing bank, penukaran uang akan dibuka di Setda agar masyarakat lebih mudah mengakses. Selain itu akan dibuka layanan penukaran uang dengan mekanisme jemput bola melalui kas keliling.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, pada kesempatan itu mengisyaratkan membuka pintu bagi bank-bank di Wonogiri untuk membuka layanan penukaran uang di Setda. Dalam paparannya, Bupati meminta perangkat kerjanya mengambil langkah agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak signifikan.

Ketua Tim Penindakan Satgas Pangan Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, menambahkan berdasar pantauan rutin stok kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional masih aman. Hingga Mei ini tim belum menemukan pihak-pihak yang mempermainkan harga kebutuhan pokok.

“Harga bahan pokok memang mulai naik, tapi kenaikannya masih wajar,” kata Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.