Ikappagi Pasar Legi Solo Punya Pengurus Baru, Ini Nama-Namanya

Pedagang bawang merah, Purwanto, membersihkan kulit bawang merah di Pasar Legi, Solo beberapa waktu lalu. (Solopos/Nicolous Irawan)
17 Mei 2018 07:00 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi) Solo resmi punya personel baru setelah dilantiknya sejumlah pengurus oleh Dinas Perdagangan Kota Solo di Kantor Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (14/5/2018) malam WIB.

Mereka yang masuk dalam kepengurusan ini adalah hasil penjaringan nama-nama yang dilakukan langsung oleh para pedagang Pasar Legi.

Tokopedia

Ketua Umum dijabat oleh Tugiman Sastro Miharjo, sementara Ketua I oleh Deddy Purnomo, Ketua II adalah Hendra Setiawan. Sedangkan Sekretaris I adalah Hartono dan Bendahara I, yakni Sutrayati. Mereka adalah lima nama dari sebanyak 27 nama yang tersaring dalam penjaringan pemilihan pengurus Ikappagi Solo beberapa waktu lalu.

Ketua I Ikappagi Solo, Deddy Purnomo, berharap adanya pengurus baru ini para pedagang Pasar Legi kian solid. Di samping itu, ini bisa menjadi wadah untuk menguatkan kekeluargaan antarpedagang.

“Proses pemilihannya perwakilan pedagang diberi edaran untuk mengusulkan nama-nama yang bakal memimpin Ikappagi. Setelah itu terjaringlah sebanyak 27 nama. Dari jumlah itu kemudian dipilih lagi oleh perwakilan pedagang sehingga ada lima nama yang masuk jadi pengurus inti. Sedangkan sisanya tetap dimasukkan dalam kepengurusan,” tuturnya, kepada Solopos.com, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, salah satu tugas Ikappagi adalah menjaga kondusivitas di dalam pasar. Hal ini termasuk mengantisipasi persaingan tidak sehat hingga menjauhkan pasar dari kepentingan politik maupun singgungan dengan SARA.

“Kepengurusan yang baru ini cukup mewakili para pedagang yang ada di Pasar Legi. Terlebih di pasar ini banyak produk yang diperjualbelikan. Mulai dari hasil bumi seperti sayur-mayur, beras, ikan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Ke depan banyak agenda yang bakal dilakukan Ikappagi. Salah satunya adalah perbaruan data para pedagang Pasar Legi. Menurutnya, ada lebih dari 3.000 pedagang yang memiliki surat hak pakai (SHP) serta Kartu Tanda Pengenal Pedagang (KTPP). Namun demikian, masih banyak pedagang oprokan maupun asongan yang belum terdata.