Uniba Solo Kirim 23 Dosen Program Doktoral ke Malaysia

Alumnus Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA), Sigit Sudibyo, S.H., membacakan Deklarasi Forum Komunikasi Alumnus UNIBA saat Temu Alumni Lintas Angkatan (TALA) 2017 UNIBA di Hotel Novotel Solo, Sabtu (7/1 - 2017). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
17 Mei 2018 04:00 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Universitas Islam Batik (Uniba) Solo akan mengirimkan 23 dosen untuk mengikuti program doktoral di Universiti Teknikal Malaysia Malaka (UTeM). Para mahasiswa program S3 ini diarahkan untuk meneliti hal-hal berkaitan dengan Internet of Things (IoT), yang merupakan portal untuk memasuki era industri 4.0.

Wakil Rektor IV Uniba Solo, Supawi Pawenang, mengatakan pengiriman 23 dosen untuk mengikuti program doktor ini merupakan bagian dari kerja sama dengan UTeM.

“Kerja sama tidak hanya berhenti pengiriman dosen tapi juga penyelenggaraan international conference, joint publication ke jurnal bereputasi internasional berindeks Scopus dan Thompson Reuter,” katanya dalam rilis, Senin (14/5/2018).

Selain itu, lanjut dia, juga pelatihan scientific writing, Festival Batik di Malaysia, pelatihan Quilt and Patchwork di UTeM, kolaborasi studi seni dan budaya, serta visiting professor. “Kami akan menyelenggarakan program double degree untuk program studi Teknik Industri dan program studi Manajemen,” katanya.

Dia menambahkan selain dengan UTeM, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM). Kerja sama dengan IIUM dimulai dengan komunikasi dengan International Institution of Halal Research  and Training (INHART) dari IIUM.

Menurut Supawi, kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Malaysia ini menjadi prioritas karena banyak kegiatan yang secara riil dapat diwujudkan, dan berjalan semakin hari semakin berkembang.

“Kerja sama dengan dua perguruan tinggi di luar negeri ini merupakan kebijakan go global yang sudah dirancang di Rencana Induk Pengembangan Uniba,” ungkapnya.