Tukang Las Otaki Pencurian 4 Motor di 3 Fakultas UNS Solo

Kapolsek Jebres Kompol Juliana B.R. Bangun memintai keterangan tiga pelaku curanmor di Mapolsek Jebres, Kamis (17/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
17 Mei 2018 16:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Anggota Unit Reskrim Polsek Jebres Solo membongkar kasus pencurian  sepeda motor di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Tiga orang yang masih satu komplotan ditangkap, Rabu (16/5/2018).

Ketiga pelaku itu adalah Nuryanto, 37, warga Dukuh Krajan Kudul RT 002/RW 002, Desa Sambirejo, Pabelan, Semarang; Galant Pramadya, 24, warga Dukuh Gading RT 001/RW 005, Desa Ngargosari, Ampel, Boyolali; dan Peni Sumanding, 20, warga Ngawi, Jatim.

Tokopedia

Nuryanto yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las karbit adalah otak dari pencurian tersebut. Dia dan komplotannya sudah mencuri  empat unit sepeda motor di parkiran tiga fakultas kampus UNS. Ketiga fakultas tersebut yakni Kedokteran, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Hukum.

“Saya masuk ke kampus lewat pintu belakang dengan diantar kedua teman [Pramadya dan Peni]. Aksi mencuri sepeda motor kami lakukan malam hari sekitar pukul 19.00 WIB,” ujar Nuryanto kepada wartawan di Mapolsek Jebres, Kamis (17/5/2018).

Nuryanto mengungkapkan begitu masuk kampus ia langsung menuju tempat parkir dan mencari sepeda motor yang kuncinya tidak tertutup. Kemudian ia memasukkan kunci T buatannya sendiri. "Setelah berhasil menyalakan mesin sepeda motor langsung saya bawa kabur,” kata dia.

Ia menjelaskan empat sepeda motor yang berhasil dicuri yakni tiga unit Honda Supra X 125 dan satu unit Yamaha Mio J. Sepeda motor hasil curian tersebut dijual kepada warga Boyolali, Ngawi, dan Madiun.

“Saya menjual satu unit sepeda motor hasil curian senilai Rp1 juta. Uang hasil curian dibagi bersama dua teman yang bertugas mengantar saya ke kampus,” kata dia.

Nuryanto mengaku nekat mencuri  sepeda motor karena butuh uang banyak untuk menghidupi dua anak dan istri. Ia memilih mencuri sepeda motor di kawasan Kampus UNS karena pengamanannya tidak ketat.

"Kalau malam tidak ada jukir [juru parkir] atau pun kamera CCTV [closed circuit television] sehingga mudah mencuri sepeda motor. Saya membawa sepeda motor hasil curian ke kawasan Colomadu, Karanganyar,” kata dia.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana B.R. Bangun mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan kasus ini terungkap berdasarkan laporan dari petugas keamanan kampus UNS yang mencurigai Nuryanto mencuri helm milik mahasiswa. Petugas membawa Nuryanto ke Mapolsek Jebres untuk dimintai keterangan dan mengakui perbuatanya telah mencuri empat unit sepeda motor selama bulan April dan Mei.

“Kami langsung mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap Peni dan Pramadya. Otak kasus ini adalah Nuryanto. Sementara dua temannya bertugas mengantarkan Nuryanto ke kampus,” kata dia.

Ia menjelaskan petugas berhasil menemukan barang hasil curian berupa empat unit sepeda motor sebagai barang bukti. Selain itu, polisi juga menemukan dua kunci T dan dua sepeda motor Yamaha Mio M3 berpelat nomor AD 3998 XY dan Supra X 125 AE 4749 LJ. Kedua sepeda motor tersebut digunakan pelaku sebagai sarana menuju ke kampus.

“Kami menjerat ketiga pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara,” kata dia.