Salat Tarawih Pertama di Kemegahan Masjid Baiturrahman Sukoharjo

Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Sukoharjo pada malam pertama Ramadan, Rabu (16/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
17 Mei 2018 09:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Suara azan mengalun dari pengeras suara di setiap sudut lantai II Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Sukoharjo, Rabu (16/5/2018) malam.

Sesaat kemudian, ribuan orang dari empat penjuru mata angin berdatangan ke masjid yang belum lama diresmikan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya itu. Sebagian besar jemaah menggunakan kendaraan bermotor lantaran jarak rumah dengan masjid cukup jauh.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Namun, tak sedikit jamaah yang mendatangi masjid dengan berjalan kaki. Jemaah pria berbondong-bondong memenuhi saf sisi utara lantai I masjid. Sementara jemaah perempuan mengatur saf sisi selatan lantai I.

Saking banyaknya jemaah, sebagian dari mereka naik ke lantai II dan III yang lebih longgar. Mereka tak hanya dari wilayah Sukoharjo melainkan daerah lain di wilayah Soloraya seperti Kabupaten Wonogiri.

Setelah rampung menunaikan Salat Isa, para jamaah mendengarkan kuliah tujuh menit (kultum) tentang hakikat ibadah puasa. Tak berapa lama kemudian, para jemaah untuk menuaikan Salat Tarawih pertama Ramadan  ini di bangunan baru masjid agung yang diresmikan pada awal Mei itu.

“Saya ingin melihat dari dekat bangunan baru masjid agung. Terus terang, saya takjub dengan kemegahan bangunan baru masjid agung,” kata seorang jemaah asal Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Wawan Susetyo, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu malam.

Menurut Wawan, bangunan Masjid Agung Baiturrahman tak kalah indah dengan Masjid Agung Al-Aqsa di Kabupaten Klaten. Terlebih, bangunan masjid dipercantik dengan enam menara setinggi lebih dari 30 meter yang menjulang tinggi ke angkasa.

Sekilas, bentuk bangunan masjid mengusung gaya arsitektur Timur Tengah yang menonjolkan kemegahan menara yang dihiasi ornamen-ornamen cantik. Ornamen-ornamen cantik itu menghiasi sudut tembok masjid dengan berbagai ukiran, lantai keramik, dan kubah.

“Masjid agung menjadi masjid terbesar dan termegah di Sukoharjo. Tidak ada duanya,” ujar Wawan.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Agung Baiturrahman menyiapkan empat imam untuk memimpin Salat Tarawih dan salat lima waktu selama Ramadan. Dua imam yakni Ustaz Asyrafi dan Ustaz Abu Bakar bergantian memimpin Salat Tarawih setiap malam.

Sementara Ustaz Abu Yusuf dan Ustaz Budi Suyanto menjadi imam salat lima waktu di masjid agung. Keempat imam itu merupakan hasil proses seleksi yang dilakukan pengurus takmir masjid agung. Mereka merupakan hafiz Alquran dan berasal dari lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Sukoharjo.

“Proses seleksi imam salat dilakukan tim takmir masjid agung yang dipimpin K.H. Yazid Anwari. Panitia telah menyusun jadwal imam baik Salat Tawarih maupun salat lima waktu selama bulan puasa,” kata Ketua PHBI Masjid Agung Baiturrahman, Madyo Ekosusilo, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat malam.

PHBI masjid agung memasang tenda berukuran besar di halaman masjid untuk menampung jemaah yang tak mendapat tempat untuk menunaikan salat di dalam masjid. Setelah diresmikan pada awal Mei, jumlah jemaah yang beribadah di masjid agung melonjak tajam.

Mereka terkesima dengan kemegahan bangunan masjid yang gaya arsitekturnya mirip masjid di Arab. Masjid Agung Baiturrahman menjadi objek wisata religi bagi umat muslim di Sukoharjo dan sekitarnya. Tak sedikit jemaah berswafoto dengan latar belakang bangunan masjid yang dilengkapi enam menara.

“Setiap orang yang mengunjungi masjid agung pasti ingin berswafoto di depan masjid. Masjid selalu dipenuhi jemaah saat salat lima waktu atau Salat Jumat,” papar dia.

Biasanya, ibadah Salat Tarawih di masjid agung dilaksanakan 11 rakaat selama Bulan Puasa. Namun, jemaah dipersilakan apabila ingin menunaikan Salat Tarawih 23 rakaat. Jemaah yang menjadi makmum dipersilakan memilih imam salat.

PHBI masjid agung menyediakan takjil 200 bungkus nasi dan 90 camilan atau snack mulai 17 Mei-14 Juni. Takjil itu dibagi-bagikan kepada para musafir, peserta pengajian anak, dan peserta tadarus.

Selain Salat Tarawih, PHBI Masjid Baiturrahman bakal melaksanakan beberapa kegiatan selama Ramadan. Misalnya, dialog Ramadan, santunan anak yatim dan fakir miskin, serta iktikaf.

“Tema kegiatan dialog Ramadan belum ditentukan tergantung isu dan hasil rembuk panitia,” papar Madyo.