82 Pejabat Sragen Dimutasi, Bupati Klaim Tak Pungut Biaya

Bupati Sragen Yuni Sukowati menyerahkan SK pengangkatan kepada perwakilan pejabat eselon seusai melantik 82 pejabat eselon III dan IV di Pendapa Sumonegaran Rumdin Bupati Sragen, Selasa (15/5 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
17 Mei 2018 08:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN--Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memutasi dan mempromosikan 82 pejabat eselon III dan IV di Pendapa Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (15/5/2018). Mutasi tersebut merupakan mutasi kali kesembilan yang dilakukan Bupati selama dua tahun terakhir mejabat.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka, jumlah pejabat yang dipromosikan sebanyak 37 orang yang terdiri atas 4 pejabat eselon IIIa, 6 pejabat eselon IIIIb, 21 pejabat eselon IVa, dan 6 pejabat eselon IVb. Sementara pejabat yang dimutasi sebanyak 45 orang.

Tokopedia

Bupati menyampaikan mutasi dan promosi yang dilakukan betul-betul rahasia dan tanpa dipungut biaya serupiahpun.

Yuni, sapaan akrabnya, menyampaikan mutasi dan promosi dilakukan pada pelantikan kali kesembilan ini bertujuan supaya kinerja aparatur sipil negara (ASN) semakin meningkat. Dia menyatakan ada 24 pejabat eselon IV eks kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) yang terkena dampak regulasi, yakni penghapusan UPTD.

“Ada 13 eks kepala UPTD dari 24 orang yang hari ini dilantik. Masih ada sisanya 11 orang yang segera ditempatkan pada masa-masa mendatang. Para eks kepala UPTD yang sudah ditempatkan sebelumnya ada yang beradaptasi cepat dan lambat, bahkan ada yang menghambat kinerja organisasi perangkat daerah [OPD]. Pimpinan OPD terkait berkewajiban membina yang bersangkutan supaya baik,” ujarnya.

Yuni menyebut camat memiliki posisi strategis. Dalam mutasi kali ini, Yuni mempromosikan dua orang Sekretaris Kecamatan (Sekcam) menjadi camat, yakni Nugroho Dwi Wibowo sebagai Camat Sambirejo dan Riyadi Guntur Rilo Subroto sebagai Camat Sukodono.

Camat Sambirejo sebelumnya, Rusmato, digeser sebagai Camat Kalijambe yang kosong karena pensiun. Kemudian Dwi Sigit Kartanto yang sebelum menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen dimutasi menjadi Camat Ngrampal, Sragen.

“Saya sempat memanggil sekcam untuk wawancara di ruang kerja saya. Ia ketakutan walaupun saya hanya meminta pendapat saja. Dari pendekatan itu, saya bisa mengenal pribadinya. Kepada para camat yang dipromosikan supaya amanat dengan baik dan tepati komitmen. Bagi yang menjadi camat lagi, terima dan syukuri,” tambahnya.