Narkoba Sragen: 60 Gram Sabu-Sabu Senilai Rp80 Juta Dimusnahkan

Rilis kasus penangkapan bandar sabu-sabu di Mapolres Sragen, Kamis (17/5 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
17 Mei 2018 13:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat 60 gram senilai kurang lebih Rp80 juta yang disita dari seorang bandar narkoba.

Bandar bernama Febrian Kunto Suryono alias Cebret, 28, warga Solo, ditangkap bersama barang bukti berupa sabu-sabu seberat 60 gram atau senilai Rp80 juta yang tengah bertransaksi di seputaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nglangon, Sragen Kota, Sragen, awal Mei lalu.

“Kasus pelanggaran UU Narkotika berhasil diungkap Satresnarkoba. Tersangka S [Fajar Kunto Suryono] diamankan Satresnarkoba beserta barang bukti sabu-sabu 60 gram. Kalau satu gramnya senilai Rp1,3 juta-Rp1,5 juta maka total sabu-sabu  itu nilainya Rp80 juta. Ini hasil pengembangan Satresnarkoba selama satu pekan dengan metode surveilans dan undercover,” ujar Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman bersama Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo di Mapolres Sragen kepada wartawan, Kamis (17/5/2018) siang.

Dia menjelaskan tersangka dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar-Rp10 miliar. Kapolres menyampaikan Fajar Kunto Suryono merupakan aktor distribusi narkoba lintas provinsi.

Barang-barang dari Fajar didapat dari orang berinisial I yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Pergerakan tersangka ini dibuntuti anggota. Lokasinya transaksi berpindah-pindah. Tersangka ini sudah dua kali melakukan transaksi dan akhirnya berhasil dibekuk di sekitar SPBU Nglangon."

Kasatnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo dalam laporan rilisnya, Kamis, menyampaikan ada 13 paket sabu-sabu berukuran besar dan kecil dengan total beratnya 60 gram. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan dengan disaksikan pejabat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

Dalam pemusnahan sabu-sabu tersebut, Fajar juga ikut terlibat memusnahkan dan menandatangani berita acara pemusnahan. “Pemusnahan serbuk sabu-sabu itu dimasukkan dalam cairan air sabun. Kemudian diaduk dan airnya dibuang,” ujar Joko.

Fajar ikut mengaduk air sabun yang sudah dituangi sabu-sabu itu. Dia hadir dalam pemusnahan sabu-sabu dengan kepala tertutup dan tangan yang sempat terborgol. Kemudian para pejabat dari Kejari dan PN serta Polres ikut mengaduk secara bergantian.

Kapolres sempat mengacungkan satu paket yang berisi 20 gram sabu-sabu dan bernilai sampai Rp30 juta sebelum dimusnahkan. Selain merilis narkoba, Kapolres juga menyampaikan ungkap kasus terkait dengan penjambretan di Kalijambe, perjudian, dan tindakan asusila, yakni pencabulan dan pemerkosaan.



Tokopedia