Ditolak Warga, Terduga Teroris Surabaya Batal Dimakamkan

Keluarga pelaku bom Surabaya (Istimewa)
18 Mei 2018 14:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA – Rencana pemakaman terduga teroris  di Surabaya terpaksa dibatalkan. Warga setempat menolak terduga teroris tersebut dikebumikan di wilayah mereka. Saat ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kemarin [17/5/2018] habis maghrib, saya ditelepon pak Kapolrestabes Surabaya. Dia menanyakan soal jenazah itu. Saya katakan tidak berani dimakamkan di Surabaya karena gesekannya besar, ada penolakan warga," kata Risma usai mengumpulkan guru agama se-Surabaya di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5/2018) seperti dikutip Antara.

Menurut Tri Rismaharini, pihaknya mendengar kabar ada sejumlah warga di sekitar Makam Putat Gede, Jarak, Sawahan, Surabaya menolak rencana pemakaman jenazah terduga teroris di tempat pemakaman umum setempat.

Bahkan warga Putat Jaya datang ke makam dan kembali menutup lubang pemakaman yang sudah digali. Awalnya, lubang makam itu untuk mengubur jenazah terduga teroris Dita Suprianto, kepala keluarga pengeboman di GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel dan GPPS Jalan Arjuno, Minggu (13/5/2018). Dita bersama istri dan empat anaknya meninggal akibat bunuh diri sebelumnya tinggal di Wisma Indah Blok K-22, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

“Saya bilang ke Pak Kapolres, bahwa saya sudah buat surat ke MUI. Kami lagi menunggu fatwa MUI. Kalau fatwa MUI membolehkan, maka kami harus jelaskan kepada masyarakat," katanya.

Tri Rismaharini menyebut pihaknya tidak berani menguburkan jenazah terduga teroris tersebut menyusul di Surabaya ada keluarga korban dari peledakan bom. “Kalau sekarang saya tidak berani. Gimana dimakamkan, di sana ada keluarganya yang korban," katanya.

Sumber : Antara