Harkitnas, 11 Napi Kerja Bakti di Luar Gedung Rutan Boyolali

Napi Rutan Kelas IIB Boyolali membersihkan tanaman di depan papan nama rutan, Sabtu (19/2 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
19 Mei 2018 17:35 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 11 narapidana (napi) warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Boyolali bekerja bakti di luar gedung rutan, Sabtu (19/5/2018). Di bawah pengawasan para sipir, mereka menyapu, merapikan tanaman, hingga mengecat ulang sebagian bangunan rutan di Jl. Merbabu tersebut.

Kapala Rutan Boyolali Muhammad Ali mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2018. Dia sengaja melibatkan para napi dalam kegiatan di luar gedung yang masih dalam area rutan agar mereka bisa merasa lebih dekat dengan masyarakat.

Tokopedia

Sebaliknya, masyarakat bisa menyaksikan kegiatan para napi  di rutan. “Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebagian narapidana memang sengaja kami libatkan kerja bakti di luar gedung agar mereka bisa merasa lebih dekat dengan masyarakat dan mereka juga bisa dilihat masyarakat,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.

Di saat sebagian napi lain membersihkan lingkungan, salah satu napi bertugas mengecat ulang sebagian tembok rutan. Bagian yang dicat adalah tembok muka gedung pada lantai II. Napi tersebut mengecat tembok yang sebelumnya berwarna abu-abu menjadi warna merah.

Ali mengatakan pengecatan dengan warna merah melambangkan makna berani yang artinya para napi yang pernah melakukan tindak kriminalitas  harus memiliki semangat atau keberanian kembali ke masyarakat dan menjadi lebih baik. Selain warna merah, bagian lain juga dicat dengan warna putih.

Terkait warna ini, Ali mengatakan putih melambangkan kesucian. “Artinya, saat mereka kembali ke masyarakat sudah dalam keadaan bersih dan siap memulai kehidupan baru yang lebih baik.”

Di sisi lain, Ali menambahkan para napi yang dilibatkan dalam kerja bakti ini merupakan napi yang sudah hampir habis masa kurungannya. Harapannya, mereka akan lebih siap kembali ke masyarakat dalam waktu dekat.

“Yang bertugas kali ini adalah mereka yang hampir habis masa tahanannya,” imbuhnya.