Libur CFD Solo Dianggap Terlalu Lama

Peserta Pawai Becak Hias melintas di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/5 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
20 Mei 2018 03:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Sejumlah pihak menyayangkan kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo yang meliburkan kegiatan car free day (CFD) di Jl. Slamet Riyadi Solo sebanyak tiga kali yaitu pada Minggu 10 Juni 2018, 17 Juni 2018, dan 24 Juni 2018. CFD diliburkan sebanyak tiga kali demi mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2018

Presiden Republik Aeng-aeng yang kerap menggelar kegiatan di CFD Jl. Slamet Riyadi, Mayor Haristanto, menilai jika libur tiga pekan itu terlalu lama. Dia mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atau dalam hal ini Dishub agar mengubah kebijakan tersebut. Mayor ingin Dishub tetap menggelar kegiatan CFD pada 17 Juni 2018. Hal itu dimaksudkan untuk memfasilitasi para pemudik yang ingin menikmati atau beraktifitas di area CFD.

"Libur CFD selama tiga pekan kebanyakan. Alasan untuk mendukung arus mudik-balik agak bisa dimaklumi. Tapi saya usul tanggal 17 Juni CFD bisa tetap digelar. Saya yakin akan ada banyak pemudik yang ingin menikmati suasana dan sensasi CFD Solo. Selama ini yang terjadi para pemudik itu kecele, datang ke Jl. Slamet Riyadi tapi ternyata kegiatan CFD sedang diliburkan," kata Mayor kepada Solopos.com, Jumat (18/5/2018).

Mayor menyampaikan area CFD bisa menjadi tempat halal bihalal bagi masyarakat Kota Bangawan jika kegiatan CFD tak diliburkan pada 17 Juni mendatang. Selain itu, penyelengaraan CFD dekat dengan hari Lebaran bisa untuk branding juga kepada masyarakat luar daerah. Besar kemungkinan para pemudik menceritakan keseruan yang terjadi di area CFD kepada kerabat atau rekan di perantauan. Hal itu dianggap bisa mengundang minat masyarakat luar daerah berkunjung ke Solo guna menikmati sajian CFD.

"CFD Solo ini bisa untuk branding Kota Solo. Kemudian jika tanggal 17 Juni CFD tetap dibuka, bisa sekaligus menjadi media halal bihalal warga semua," kata Mayor yang mengaku sudah menyampaikan usulan itu kepada Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo Hasta Gunawan, dan Kabid Lalu Lintas Dishub Solo Ari Wibowo melalui pesan Aplikasi WhatsApp (WA). Dia mengklaim hingga Jumat sore dirinya belum menerima respon atau tanggapan dari pejabat Pemkot tersebut.

Koordinator PKL CFD Jl. Slamet Riyadi sektor perempatan Novotel-pertigaan Sriwedari, Isnaeni, juga menyesalkan kebijakan Dishub yang bakal meliburkan kegiatan CFD hingga tiga pekan. Dia berharap kegiatan CFD hanya diliburkan sekali pada waktu sebelum Lebaran. Isnaeni meyakini para PKL lain juga berpikiran sama dengan dirinya, yakni ingin tetap bisa berjualan di CFD saat dekat dengan hari Lebaran dan setelah Lebaran. Pasalnya ada potensi pasar yang bisa diraih, yakni kehadiran para pemudik di Kota Bengawan.

"Harapannya CFD tak diliburkan terlalu lama. Cukup sekali saja sebelum Lebaran tiba. Saya yakin jika CFD pada 17 Juni tetap digelar, banyak pedagang yang siap berjualan. Pasalnya kami-kami ini kan butuh uang. Kami yakin dagangan akan laris pada saat itu karena kemungkinan besar banyak pemudik yang beraktivitas di CFD," tutur Isnaeni.