3.600 Pemudik Wonogiri Manfaatkan Mudik Gratis Kemenhub

Kondisi Terminal Giri Adipura saat ini telah siap dalam menyambut mudik Lebaran pada Jumat (18/5 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
20 Mei 2018 07:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Terminal Giri Adipura Wonogiri yang dikelola Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah siap menyambut mudik Lebaran 2018. Beberapa pelayanan akan disiapkan mendekati lebaran 2018.

Kepala Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (18/5/2018), mengatakan mudik gratis angkutan bus yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan sampai dengan tanggal (14/5/2018) lalu diikuti 3.600 penumpang khusus Kabupaten Wonogiri. Terdapat 80 bus yang akan dikerahkan. Jumlah itu masih ditambah pihak-pihak lainnya yang menyelenggarakan mudik gratis ke Kabupaten Wonogiri.

“Ada 50 personel yang akan kami kerahkan untuk menangani arus mudik Lebaran 2018. Kami berusaha menciptakan kenyamanan, ketertiban, dan pelayanan bagi pengguna jasa di Terminal Giri Adipura,” imbuhnya.

Terkait segi kenyamanan dan prasarana, ia menyatakan semuanya hampir maksimal. Fasilitas seperti musala, toilet, toilet difabel, ruang tunggu, ruang laktasi, jalur difabel, ruang informasi, loket agen, kios dan metal detector telah tersedia. Hanya saja, masih perlu peningkatan penerangan di terminal kedatangan maupun keberangkatan. Saat ini sedang dalam pengupayaan pemeliharaan dengan harapan H-7 Lebaran 2018 masalah penerangan dapat teratasi.

Posko Lebaran yang akan bekerja sama dengan TNI dan Polri akan dibuka pada H-7 sampai H+7 Lebaran 2018. Tenaga medis dari puskesmas dan dinas kesehatan juga akan disiapkan dalam menyambut para pemudik.

“Pemberangkatan sepeda motor dimulai 9 Juni 2018. Sedangkan keberangkatan penumpang pada 9 – 13 Juni 2018,” ujarnya.

Ia mengakui hingga kini belum ada rapat koordinasi dalam menyambut mudik Lebaran. Namun ia memperkirakan mudik lebaran kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja jumlah bus dan penumpang masih belum dapat diperkirakan.

“Pada tahun 2016 ke tahun 2017 ada peningkatan yang cukup signifikan," ujar Agus.