Soal Dana Klewer Timur, Pemkot Solo Tunggu sampai Agustus

Pasar Klewer, Solo. (Solopos/Dok)
23 Mei 2018 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya merespons surat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang menanyakan kepastian turunnya anggaran Rp57 miliar untuk revitalisasi Pasar Klewer timur yang dijanjikan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam surat tersebut, Presiden menyatakan telah memerintahkan Kemendag untuk segera mengucurkan bantuan anggaran untuk pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini. “Surat balasan dari Presiden sudah kami terima. Intinya Presiden memerintahkan Kemendag untuk menindaklanjutinya,” ungkap Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (23/5/2018).

Saat ini, Kemendag tengah berkoodinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait penganggaran pembangunan Pasar Klewer timur. Pada intinya, pemerintah pusat tetap berkomitmen membangun Pasar Klewer.

Namun demikian, Pemkot Solo tidak mau berdiam diri dan menunggu kucuran bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Pemkot Solo tetap mempertimbangkan berbagai hal, termasuk pengalaman kegagalan pembangunan Pasar Klewer timur tahun lalu.

“Kami memberi waktu sampai Agustus nanti, kalau memang anggaran [pusat] tidak cair ya sudah kami kerjakan sendiri,” katanya.

Pemkot Solo menyiapkan dua desain untuk pembangunan Pasar Klewer timur. Desain pertama dengan skema pembiayaan dari pemerintah pusat dengan estimasi anggaran Rp57 miliar. Konsepnya dibangun lantai basement dan semi basement, serta bagian atas digunakan untuk hall.

Sedangan desain lain disiapkan Pemkot Solo menyesuaikan anggaran daerah. Jika ini yang terjadi, Pasar Klewer timur akan dibangun sama seperti sebelum dibongkar, tanpa basement dan hall.

“Anggarannya paling hanya butuh Rp20-an miliar. Itu kalau dianggarkan sendiri dari APBD Kota Solo,” katanya.

Pemkot tetap berharap pembangunan Pasar Klewer timur dibiayai Kemendag. Pertimbangannya, Pemkot telah menyewa lahan dan merelokasi pedagang ke pasar darurat di Alun-alun Utara (Alut).

Apalagi bangunan pasar lama sudah dibongkar dan diratakan. Seandainya permohonan pengalokasian anggaran dikabulkan Kemendag, Rudy mengklaim proyek tersebut bisa selesai tahun ini.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Pemkot akan mengajukan permohonan perpanjangan sewa lahan Alut ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Permohonan masa perpanjangan sewa lahan dilakukan untuk mengantisipasi molornya pembangunan Pasar Klewer sisi timur.

Pemkot Solo berencana mengalokasikan anggaran perpanjangan sewa lahan Alut di APBD Perubahan (APBD-P) 2018. Anggaran tersebut sekaligus untuk review design pembangunan Pasar Klewer timur. “Nilai sewa nanti masih sama Rp2,5 miliar,” katanya.