Pohon Kurma Tunisia dan Ajwa Tumbuh di Argowisata Jawaunik Klaten

Ilustrasi pohon kurma (Reuters/Abdullah Dhiaa Al/deen)
23 Mei 2018 12:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Salah satu tanaman unik di Agrowisata Jawaunik Klaten adalah kurma. Siapa sangka, tanaman palma dalam genus Phoenix ini rupanya bisa dikembangkan di Indonesia.

Pemilik Agrowisata Jawaunik, Muhammad Yusuf, mengatakan ada dua jenis kurma yang dikembangkan yakni tunisia dan ajwa. Ia menanam tanaman yang orisinalnya dari Teluk Persia itu di pot dan langsung ke tanah.

Tokopedia

“Ternyata yang di pot lebih cepat berbuah setelah ditanam tiga tahun. Pertumbuhannya juga cepat. Sedangkan yang ditanam langsung ke tanah lebih lambat. Mungkin karena berebut nutrisi dengan yang lain,” kata dia, Kamis (10/5/2018).

Yusuf mengatakan bibit kurma tersebut didatangkan dari Thailand. Sedangkan penelitinya berasal dari Malaysia. Ia mendatangkan sekurangnya 2000 bibit kurma berumur minimal tiga bulan. Kendati bisa dikembangkan di Indonesia, ia menyebut perbedaan iklim membuat tanaman populer Timur Tengah itu tak tumbuh sebaik asalnya. Namun, jika dibandingkan lebih jauh maka kurma yang ditanam di Indonesia lebih cepat berbuah.

“Konon kurma di Timur Tengah  akan berbuah setelah akarnya menyentuh sumber air bawah tanah. Makanya butuh puluhan tahun. Sedangkan di Indonesia, khususnya di sini, air melimpah sehingga cepat berbuah,” tuturnya.

Yusuf mengatakan kurma tak bisa berbuah sendiri. Pekebun harus memiliki pohon kurma jantan dan pohon kurma betina. Bunga dari kurma jantan akan diambil benangsarinya untuk diserbukkan pada bunga kurma betina.