Smart Alarm Antisipasi Kebakaran Bakal Dipasang di Solo

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan sisa api yang membakar kios plastik di Pasar Tanjungrejo, Gatak, Sukoharjo, Senin (26/2 - 2018) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)
25 Mei 2018 00:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Pemkot Solo mematangkan koneksivitas smart alarm gedung strategis seperti pasar, bank, kantor, dan lainnya dengan Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Dinas Pemadam Kebakaran.

Smart alarm disiapkan guna penanganan cepat kebencanaan kebakaran di Kota Bengawan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Solo Gatot Sutanto mengatakan rencana pemasangan smart alarm bangunan strategis saat ini dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Tokopedia

“Kami targetnya smart alarm bisa terpasang 2019,” katanya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (17/5/2018).

Sosialisasi mulai dilakukan kepada pengelola hotel, instansi pemerintahan maupun swasta di Solo. Koneksivitas smart alarm kebakaran merupakan program jangka panjang Pemkot Solo dalam penanganan bencana kebakaran. Harapannya dengan koneksivitas sistem alarm nanti penanganan kebakaran bisa lebih cepat.

Menurut Gatot, penanganan bencana kebakaran dibutuhkan penanganan cepat. Kecepatan penanganan kebakaran sangat berpengaruh karena sesuai grafis api jika terjadi kebakaran dalam waktu 10 menit lebih maka api akan sulit untuk dipadamkan. Tak hanya itu gedung-gedung bertingkat juga terus bertambah. Hal ini pun bakal berdampak pada kepadatan bangunan di Kota Solo.

“Jadi kalau penanganan kebakaran tidak cepat, maka bisa cepat menjalar ke bangunan lain. Kondisi ini yang kami pikirkan agar penanganan bencana kebakaran bisa lebih cepat,” katanya.

Sistem smart alarm dirasa perlu diadakan di kota yang padat penduduk dan mobilitas tinggi. Dalam beberapa kasus kebakaran, petugas terlambat menangani karena berbagai hambatan, dari laporan telat, tidak jelasnya laporan karena warga panik hingga jalur lalu lintas Kota Solo yang semakin padat. Dengan kondisi ini, penanganan kebakaran diperlukan suatu kecepatan.

"Maka pentingnya smart alarm ke depan untuk mengantisipasi semua hambatan itu, sehingga tanpa di kontak kami sudah meluncur ke lokasi [kebakaran]," jelas Gatot Sutanto.

Ditanya bagaimana sistem kerja smart alarm, Gatot mengatakan saat terjadi kebakaran di sebuah gedung, alarm akan berbunyi dan secara otomatis alarm di mako induk juga akan berbunyi. Seketika itu, petugas pemadam kebakaran langsung meluncur untuk memadamkan api. Dengan begitu penanganan kebakaran bisa lebih cepat dan tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

“Nah dengan sistem alarm yang terhubung, petugas akan tahu di mana lokasi kebakaran. Jadi api cepat dipadamkan dan tidak menjalar ke tempat lain,” katanya.

Menurutnya, rencana penyiapan koneksivitas smart alarm gedung strategis dengan DPK memerlukan waktu. Selain menyiapkan perangkat koneksivitas tersebut, juga diperlukan anggaran. Tahun ini Pemkot masih terfokus pada rencana pembangunan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran di Pedaringan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan lokasi Kantor DPK di Kotabarat akan dipindah ke Pedaringan. Penempatan lokasi kantor di Kotabarat dinilai tidak representatif. Selain berada di tengah kota, operasional pemadam kebakaran kerap terganggu padatnya lalu lintas di kawasan itu.

“Kalau di Pedaringan, lokasinya strategis dan luas. Selain itu lalu lintas mobil pemadam lebih mudah dan leluasa dibanding di Kotabarat karena terkena rel kereta api (KA) dan kawasan padat di daerah Solo Paragon,” katanya.