Pembongkaran Joglo Sriwedari Solo Ditunda

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
25 Mei 2018 21:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menunda pembongkaran dan akan mempertahankan bangunan Joglo Sriwedari  sementara waktu meski pembangunan Masjid Taman Sriwedari mulai dikerjakan setelah Lebaran nanti.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Solo Hasta Gunawan mengatakan bangunan Joglo Sriwedari masih bisa digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas kegiatan. Bangunan Joglo masih dipertahankan meski pembangunan masjid mulai berlangsung.

Tokopedia

“Joglo masih dipertahankan dulu, tidak tahu sampai kapan. Jadi masih bisa digunakan untuk aktivitas warga,” katanya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, beberapa waktu lalu.

Dipertahankannya Joglo Sriwedari lantaran wilayah tersebut memang belum terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Keberadaan Joglo akan terdampak saat pembangunan menara besar mulai dikerjakan.

Namun demikian, Hasta belum bisa memastikan kapan pembangunan menara tersebut dikerjakan. Hasta meminta seniman yang menggunakan Joglo Sriwedari tidak khawatir dengan rencana perobohan bangunan tersebut. Bangunan tersebut akan dipindahkan Pemkot ke Segaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan Pemkot menyiapkan pemindahan Joglo Sriwedari ke lahan bekas Boga Resto di kawasan cagar budaya tersebut. Pemindahan Joglo itu sekaligus mengembalikan sejarah Gazebo yang berdiri di atas Kolam Segaran.

Sesuai rencana Pemkot membongkar bangunan Joglo Sriwedari  dan membangun ulang ruang publik yang selama ini sebagai ruang interaksi dan tempat berlatih pertunjukan seni dan budaya ke kawasan Kolam Segaran.

“Dulu pulau buatan di Kolam Segaran itu ada bangunan Gazebo dan digunakan untuk pertunjukan kesenian, termasuk keroncong,” ungkapnya.

Selain itu di tepi Kolam Segaran terdapat tempat duduk yang digunakan untuk menonton pertunjukkan seni dan budaya tersebut. Jembatan kayu melengkung juga dibangun untuk menjangkau pulau tersebut.

Pemkot Solo akan mengembalikan bangunan tersebut menyerupai bangunan lama sekaligus sebagai ruang publik guna menggantikan Joglo Sriwedari. Namun demikian, Pemkot masih akan mengkaji terlebih dahulu sebelum membuat Gazebo di Segaran. Kajian melibatkan sejarawan dan konsultan.

"Kami kaji ulang, cari sejarahnya dulu mudah-mudahan ada gambarnya yang dulu lalu dikembalikan lagi. Harapanya nanti bisa sebagai ruang publik menggantikan Joglo Sriwedari," katanya.

Restorasi Segaran di kawasan Sriwedari akan dikerjakan dengan tahap awal meratakan bangunan bekas resto Boga yang berada di tengah Segaran.