Bus Wisata Solo Werkudara Punya Adik, Sumbangan Bank Mayapada

Bus tingkat baru sumbangan dari Bank Mayapada terparkir di Kantor Dishub Solo, Jumat (25/5 - 2018). (Solopos/Nicolaus Irawan)
27 Mei 2018 20:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bus tingkat untuk city tour Solo, Werkudara, bakal punya saudara. Bus tingkat warna kuning, oranye, merah dan biru bertuliskan Bank Mayapada di bodi sampingnya itu telah berada di kompleks Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo sejak Jumat (25/5/2018).

Keberadaan bus itu langsung menarik perhatian orang atau pengendara kendaraan yang lewat Jl. Menteri Supeno depan kantor Dishub. Mereka menghentikan laju kendaraan setelah menyaksikan penampakan bus berukuran jumbo yang terparkir di depan pintu ruang uji kendaraan (KIR) itu.

Tidak sedikit dari mereka yang langsung mengambil posisi parkir di dalam kompleks Kantor Dishub, dekat dengan bus berwarna mencolok tersebut. “Penasaran saja dengan bus ini. Tampilannya beda dibanding bus lain, termasuk bus tingkat Werkudara yang sudah dimiliki Dishub. Bus ini kelihatan lebih modern,” kata Eko Pangudi, 19, salah seorang pengendara sepeda motor yang kedapatan tiba-tiba berhenti di Kompleks Kantor Dishub Solo untuk memotret bus, Jumat.

Tak puas hanya memotret sisi luar bus, Eko juga berupaya memotret kondisi dalam atau isi bus. Namun karena sungkan, pemuda asal Karangasem, Laweyan, Solo, itu akhirnya hanya memotret isi bus dari balik kaca.

Eko enggan meminta izin kepada petugas Dishub agar diperbolehkan masuk ke dalam bus bertuliskan Bank Mayapada itu. Eko yang mengaku bus mania tersebut memprediksi bus raksasa yang terparkir di halaman Kantor Dishub Solo adalah bus bikinan terbaru 2018.

“Bus ini lebih cocok dipakai untuk bus wisata  seperti Werkudara. Pasti banyak wisatawan yang berminat menggunakannya. Mungkin nanti bus Mayapada ini bisa dibuat seperti bus Werkudara, yakni kaca bus yang berada di kursi atas bisa dilepas saja agar penumpang bisa bebas melihat kondisi luar,” ujar Eko mencoba memberi masukan.

Saat dimintai informasi, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyampaikan bus sumbangan corporate social responsibility (CSR) Bank Mayapada tersebut bakal dimanfaatkan Dishub untuk transportasi wisata di Kota Bengawan. Namun, dia belum bisa memastikan kapan bus mulai bisa dinikmati masyarakat.

Dishub masih harus merampungkan urusan administrasi terkait surat-surat kendaraan. Dishub  juga perlu menggelar pelatihan bagi para calon sopir. Dia berharap bus produksi Mercedes Benz itu bisa dijalankan tidak lama setelah Lebaran.

“Karena bus ini termasuk bus modern, semuanya dikendalikan menggunakan tombol, sehingga perlu pelatihan bagi para calon sopirnya. Transmisi bus ini juga matic,” kata Hari saat ditemui wartawan di sambil menyaksikan kondisi bus.

Modernitas bus Mayapada tersebut juga tampak dari sarana atau fasilitas bagi penumpang. Misalnya pintu bus dibuat otomatis terbuka dan tertutup menggunakan sensor.

Berbeda dengan bus Werkurada, Hari menyampaikan bus Mayapada yang baru memasuki tahap karoseri di Kudus tersebut niatnya bakal difungsikan untuk keperluan pariwisata hingga lintas daerah di Soloraya. Bus Mayapada yang kini juga telah dilengkapi ornamen tokoh wayang Werkurdara itu akan diarahkan bisa melayani penumpang dari Solo menuju ke objek wisata di daerah lain di Soloraya, misalnya Museum Sangiran, Sondokoro di Karanganyar, sentra susu di Boyolali, Cokro Tulung di Klaten, dan lain sebagainya.

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menceritakan asal muasal Pemkot bisa mendapatkan sumbangan bus tingkat dari Bank Mayapada bermula dari langkah Wali Kota Solo yang mengirim surat ke Presiden Joko Widodo.

Beberapa tahun lalu Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengirim surat permohonan pengadaan bus wisata ke Presiden lewat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Dishub meyakini bus dari Bank Mayapada tersebut adalah jawaban dari pemerintah pusat yang mengupayakan penyediaan bus wisata untuk Solo. Selain Solo, Bank Mayapada diketahui juga memberikan bus serupa senilai Rp3,7 miliar tersebut ke Pemkot Surabaya.