Inspiratif, Jukir Klaten Ini Isi Waktu Jaga Parkir sambil Baca Alquran

Sutarjo, 50, juru parkir di Jl. Pemuda, Klaten Tengah, mengaji di sela-sela pekerjaannya, Sabtu (26/5 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
27 Mei 2018 14:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Kedua tangan pria itu membuka Alquran bersampul warna kuning emas dengan tepian menekuk dan menghitam. Matanya menekuri halaman Alquran yang ia baca siang itu, jus 24 surat Alfushilat.

Pria itu adalah Sutarjo, 50, juru parkir  di depan toko aksesori ponsel, Jl Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Duduk di kursi plastik sambil mengawasi kendaraan yang diparkir di trotoar jalan bersebelahan dengan warung angkringan di kawasan simpang lima Plasa Klaten, Sutarjo melantunkan ayat-ayat suci.

Tokopedia

Suaranya mengaji terdengar lirih bersaing dengan suara kendaraan di jalan raya. Orang berjalan di sepanjang trotoar tak kalah ramai. Sutarjo terus membaca setiap ayat Alquran.

Sutarjo tampil rapi, mengenakan sepatu, serta celana kain. Kaus berkerah warna kuning tertutup rompi lusuh berwarna oranye dengan logo dan tulisan Dishub Klaten. Topi berwarna oranye yang mulai memudar melengkapi penampilannya siang itu.

Sesekali ia menutup Alquran saat pengunjung keluar toko dan menghampiri sepeda motor mereka. Ia melanjutkan mengaji setelah sepeda motor pengunjung sudah diposisikan mengarah ke jalan raya.

Membaca Alquran di sela pekerjaan sebagai tukang parkir menjadi keseharian Sutarjo. Ia melakukan aktivitas itu sejak masih menjadi pengayuh becak hingga beralih menjadi tukang parkir pada 2012.

Saban hari, Sutarjo berangkat dari rumah kontrakannya di Sungkur, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah, pukul 08.30 WIB, mulai bekerja pukul 09.00 WIB, dan pulang pukul 15.30 WIB. Selama 6,5 jam bekerja, sebagian waktunya dihabiskan dengan membaca Alquran.

Ia memilih waktu istirahat sekitar pukul 12.00 WIB untuk Salat Duhur hingga bercengkerama dengan teman-temannya. Semangat Sutarjo membaca Alquran meningkat ketika memasuki Ramadan. Hingga hari 10 Ramadan, ia sudah sekali khatam membaca hingga jus 30 ditambah mengulangi bacaannya dari jus 1 hingga 24.

Saban Ramadan, ia bisa khatam hingga empat kali. “Saya bukan bermaksud riya. Membaca Alquran sudah menjadi hobi. Caranya bisa dekat dengan Allah ya salah satunya membaca Alquran. Membaca satu ayat alquran memberikan 10 kebaikan bagi kita,” kata pria asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, itu saat ditemui Solopos.com di sela kegiatannya sebagai tukang parkir, Sabtu (26/5/2018).

Bagi Sutarjo, mengaji di sela pekerjaan juga membuatnya lebih tenang. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuatnya terhindar dari berbagai aktivitas negatif termasuk melamun. Aktivitasnya membaca Alquran di saat bekerja kerap menarik simpati orang-orang.

Tak jarang ia mendapatkan Alquran gratis. Kegiatannya mengaji juga menarik minat temannya. “Ada yang datang ke saya tanya membacanya bagaimana. Saya siap mengajari. Tetapi, sampai sekarang tidak datang lagi,” urai dia.

Dari pekerjaannya sebagai tukang parkir, Sutarjo saban hari mengumpulkan uang Rp70.000-Rp90.000. Dari hasil itu, ia mendapatkan penghasilan Rp50.000-Rp70.000 setelah Rp20.000 dari uang yang ia peroleh disetorkan ke rekanan Dishub Klaten sebagai pengelola jasa parkir tepi jalan umum.

Soal penghasilannya yang minim, Sutarjo tak khawatir meski istrinya tak bekerja. Ia percaya dengan terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta banyak jalan untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan cara yang halal.

“Alhamdulillah walaupun saya tukang parkir anak saya sudah kuliah semester IV Sastra Inggris di UGM. Sejak sekolah memang sudah terbebas biaya karena mendapatkan beasiswa,” kata pria satu anak tersebut.

Lebih lanjut, Sutarjo mengajak orang lain terutama umat Islam mengisi waktu luang mereka di sela pekerjaan dengan berbagai kegiatan yang lebih bermanfaat. “Lebih baik banyak mengaji atau mengingat Allah ketimbang membuka ponsel dan hanya bermain apalagi menyebarkan berita bohong. Wong nandur bakale ngunduh [orang menanam akan memetik hasilnya],” kata Sutarjo.

Tukang parkir lainnya, M. Indarjo, 61, membenarkan saban hari Sutarjo membaca Alquran di sela pekerjaannya menjadi tukang parkir. Ia pun mengapresiasi aktivitas yang dilakukan Sutarjo.

“Sudah menjadi kesehariannya seperti itu,” urai warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, itu.