Pencurian Boyolali: Maling Rumah Kosong Ditinggal Tarawih Tertangkap

Aparat Polres Boyolali pada Rabu (30/5 - 2018) merilis kasus pencurian rumah kosong di Ngemplak, Boyolali, 18 Mei lalu. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
30 Mei 2018 17:15 WIB Suharsih Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Polisi Boyolali berhasil mengidentifikasi pencuri  yang menyatroni rumah Marsudi, 33, warga Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, 18 Mei lalu. Dua pencuri tersebut, Paino alias Copet, 32, dan Agus Susanto alias Bedil, 28 ditangkap polisi di rumah masing-masing pada Selasa (22/5/2018).

Kedua pencuri yang juga warga Ngemplak ini harus merasakan timah panas polisi di kaki mereka gara-gara memberikan perlawanan saat hendak ditangkap. Kedua pencuri ini menyatroni rumah milik Marsudi yang ditinggal pergi penghuninya ke masjid untuk Salat Tarawih.

Sebelum melancarkan aksinya, Paino dan Agus mengaku tidak menetapkan sasaran khusus. Keduanya hanya berputar-putar berboncengan mengendarai sepeda motor untuk mencari rumah yang memungkinkan untuk disatroni.

“Saya tidak merencanakan untuk mencuri  di rumah itu. Kami hanya muter-muter dan melihat peghuni rumah itu pergi dari rumah, sepertinya mau Tarawih,” ujar Paino di Mapolres Boyolali, Rabu (30/5/2018).

Melihat para penghuni pergi rumah pergi, kedua pencuri kembali ke rumah Marsudi untuk melancarkan aksinya. Setelah merasa situasi sekitarnya aman, keduanya membobol pintu depan menggunakan obeng.

Seolah mendapat kesempatan emas, sasaran mereka ternyata adalah tempat servis ponsel sehingga di sana terdapat banyak sekali ponsel. Tak ingin membuang waktu, keduanya langsung meraup puluhan ponsel milik pelanggan di rumah tersebut. Satu televisi LCD 32 inci juga tak dilewatkan paino dan Agus untuk dibawa kabur.

Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengakatan korban, Marsudi, melaporkan kasus pencurian  itu ke polisi yang langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Tim Sapu Jagat Polres Boyolali. “Kerugian korban mencapai kisaran Rp40 juta. Korban juga merasa ada pertanggung jawaban kepada palanggan yang menyerviskan ponsel kepadanya. Setelah korban melapor, langsung kami tindak lanjuti,” ujar Kasatreskrim.

Bersama Kapolsek Ngemplak AKP Subiyanti dan Kasubbag Humas Polres Boyolali AKP Eddy Lilah, Willy menambahkan sekitar sepekan setelah kejadian anggotanya berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku di rumah masing-mising. Sementara itu, Paino merupakan residivis untuk dua kali kasus kriminal berberda. “Paino sekarang ditangkap kali ketiga dan Agus baru kali pertama,” imbuh Kasatreskrim.