Ada 10 Persimpangan Tol Salatiga-Boyolali, Pemudik Waspadalah!

Jalan tol Solo/Kertosono. (Solopos/Dok)
31 Mei 2018 13:35 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pengguna jalan tol  fungsional Salatiga-Boyolali diharapkan berhati-hati saat melintas di jalur tersebut saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Selain kondisi jalan yang belum selesai 100%, Di sepanjang jalan Tol Salatiga-Boyolali terdapat 10 persimpangan sebidang yang menjadi lalu lalang aktivitas warga menyeberang.

Manajer Administrasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Patahillah, menjelaskan 10 lokasi tersebut menjadi persimpangan sebidang karena proyek overpass dan underpass belum jadi sehingga di lokasi tersebut masih menjadi perlintasan warga setiap harinya. Kondisi inilah yang harus menjadi perhatian pengguna jalan fungsional saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Makanya, kami imbau warga dan pengguna jalan agar berhati-hati ketika berada di 10 lokasi yang menjadi perlintasan sebidang itu," ujar Pata kepada Solopos.com, Rabu (30/5/2018). Sepuluh lokasi yang menjadi perlintasan sebidang itu tersebar di wilayah Boyolali dan Salatiga. Di wilayah Boyolali ada perlintasan overpass Selodoko, dua lokasi di Kiringan, Metuk, Ngelundu, serta Kranggan. Sementara empat lokasi perlintasan berada di Salatiga, yakni underpass Bejilor, overpass Koripan, Susukan, dan Badran.

"Di perlintasan sebidang itu akan dijaga petugas masing-masing dua orang. Mereka akan direkrut dari warga sekitar dengan arahan kepolisian dan Dishub," jelasnya.

Selama bertugas menjaga perlintasan, kata Pata, mereka akan dilengkapi alat peraga, seperti rambu, rompi, topi, dan bendera. Tentu saja, mereka akan mendapatkan insentif selama bertugas. "Nanti juga akan dibantu aparat khusus untuk perlintasan yang padat kendaraan dan rawan," jelasnya.

Penjagaan persimpangan sebidang, kata Pata, akan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB sesuai jam buka tol. Jalan tol hanya buka sampai pukul 17.00 WIB karena belum ada penerangannya dan kondisinya belum sempurna. Pengguna tol juga diimbau tidak memacu kendaraan melebihi kecepatan 60 km/jam.

"Jalan tol masih bersifat sementara, jadi batas kecepatan maksimal hanya 60 km/jam. Sangat berbahaya jika terlalu kencang," imbaunya.

Pata menambahkan untuk tol Soker yang akan dioperasionalkan yakni Colomadu-Sragen, saat ini sudah 95% siap. Kesiapan itu meliputi rambu-rambu, markah jalan, uji kelaikan jalan, rest area, penerangan, gerbang, dan infrastuktur tol lainnya. "Saat ini, tol Soker yang akan diresmikan tinggal menunggu peresmiannya saja," jelasnya.



Tokopedia