Revitalisasi Pasar Purwantoro Wonogiri Mulai Juni 2018

Ilustrasi pasar tradisional (Solopos/Nicolous Irawan)
01 Juni 2018 01:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Paket pekerjaan revitalisasi Pasar Purwantoro, Wonogiri dilelang sejak Selasa (8/5/2018) lalu. Penandatanganan kontrak dijadwalkan 1-6 Juni 2018 mendatang. Realisasi pekerjaan ditarget segera bisa dimulai setelah kontrak ditandatangani.

Penelusuran Solopos.com melalui website resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Wonogiri, yakni lpse.wonogirikab.go.id, pagu anggaran proyek revitalisasi Pasar Purwantoro senilai Rp48,6 miliar dengan harga perkiraan sendiri Rp48,4 miliar. Pembayaran berdasar harga satuan. Proyek diperuntukkan bagi perusahaan nonkecil. Sebanyak 39 perusahaan mengikuti lelang tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Wonogiri, Guruh Sansoto, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (18/5/2018), menyampaikan pekerjaan akan dimulai tak lama setelah kontrak ditandatangani. Apabila lelang rampung sesuai jadwal, berarti pekerjaan bisa dimulai sebelum pertengahan Juni 2018 dan ditarget rampung Desember 2018.

Hal itu berarti masa proyek kurang dari tujuh bulan. Hal itu berbeda dengan proyek revitalisasi Pasar Baturetno I, Baturetno, tahun lalu. Saat itu proyek tersebut dimulai Mei dan selesai sesuai harapan, meski masa pekerjaan harus diperpanjang hingga akhir Desember.

“Setelah kontrak ditandatangani, kami mendorong agar pekerjaan bisa segera dimulai. Yang jelas pekerjaan harus terus digenjot agar bisa selesai sesuai target,” kata Guruh.

Menurut dia kontraktor harus mengambil langkah cepat sama seperti yang dilakukan rekanan proyek revitalisasi Pasar Batureto I. Sejak awal proyek harus dikerjakan dengan man power atau pekerja yang banyak.

Kontraktor dapat mengambil pekerja dari wilayah sekitar lokasi proyek. Selain itu kontraktor perlu menerapkan sistem lembur. Tak kalah pentingnya, kontraktor perlu memastikan material bangunan bisa digunakan dengan cepat. Oleh karena itu pengadaan material harus dilakukan sejak awal agar tersedia di lokasi proyek.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menilai masa pekerjaan tersebut cukup untuk membangun Pasar Purwantoro dua lantai. Dia meyakini proyek bakal sukses sama seperti proyek di Baturetno. Kuncinya, koordinasi, pengawasan, dan pengawalan harus intensif dilaksanakan. Bupati Wonogiri tak mempermasalahkan realisasi pekerjaan molor dari rencana awal. Semula proyek diperkirakan dikerjakan selama sembilan bulan atau dimulai Maret. Namun, hingga April paket pekerjaan belum dilelang.

“Merevitalisasi pasar tradisional banyak tantangannya. Saya bersyukur di Wonogiri tak ada kejadian pasar terbakar seperti yang terjadi di daerah lain saat digulirkan wacana proyek revitalisasi. Para pedagang dan masyarakat menyambut baik proyek ini,” kata Bupati Wonogiri.