Seluruh Perusahaan Wonogiri Serahkan THR Lebaran 2018

Ilustrasi pembayaran THR (Kemnaker)
02 Juni 2018 06:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Seluruh perusahaan di Kabupaten Wonogiri bakal memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para karyawannya maksimal H-7 Idul Fitri 2018. THR yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6/2016 adalah pendapatan nonupah yang diberikan kepada pekerja atau buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Wonogiri, Sutarto saat dihubungi Solopos.com Kamis (31/5/2018) mengatakan seluruh perusahaan di Kabupaten Wonogiri akan memberikan THR kepada buruh. Ia menambahkan besaran THR buruh  berkisar antara Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta.

“Saat ini kami belum mendapatkan surat edaran khusus mengenai THR, namun seperti tahun-tahun sebelumnya, sepekan sebelum Lebaran THR akan diserahkan kepada buruh. Kami menjalankan instruksi dari Pemerintah Pusat,” ujar Sutarto.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonogiri, Ristanti saat dihungi Solopos.com mengatakan Permenaker No. 6/2016 mengamanatkan seluruh perusahaan wajib memberikan THR kepada pekerja atau buruh baik perusahaan negeri maupun swasta. “Sepekan sebelum Lebaran seharusnya sudah diserahkan namun terkadang perusahaan memberikan THR lebih awal. Secara nominal seharusnya satu kali gaji namun juga menyesuaikan kemampuan dari perusahaan tersebut,” ujar Ristanti.

Ia akan mengawasi perusahaan dalam pemberian THR. Ia juga menambahkan akan terbuka dalam menerima pengaduan buruh terkait keluhan tenaga kerja atau buruh apabila tidak menerima hak-haknya tersebut.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Seswanto mengatakan sejauh ini penerimaan THR berjalan rutin dan tertib. Menurutnya, THR biasanya akan diberikan H-7 sebelum Lebaran namun juga melihat situasi keuangan perusahaan.

“Pekerja dan perusahaan bersinergi menyoal THR, kalau perusahaan besar pada H-7 akan memberikan THR namun perusahaan kecil terkadang beberapa hari sebelum Lebaran baru memberikan THR namun kami maklum karena hal ini menyesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan,” ujar Seswanto.

Menurutnya, besarnya THR ialah satu kali gaji namun apabila perusahaan memberikan lebih dari H-7 hendaknya juga memberikan kompensasi khusus karena semakin mendekati Lebaran maka laju inflasi akan naik. Satu kali gaji saat ini hanya mencukupi kebutuhan saat Lebaran saja.

Ia mencontohkan, para pekerja yang berada di Jakarta, apabila hendak pulang kampung dan baru menerima THR H-3 tentunya harga tiket untuk pulang sudah berlipat. Namun, ia tetap menerima kapanpun THR diturunkan asalkan THR tetap diturunkan. Soal nominal yang akan diberikan, ia serahkan kepada perusahaan untuk menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan.