Karyawan RSIS Tuntut Gaji yang Diutang dan THR Dibayarkan

Suasana dialog antara karyawan dengan pimpinan RSIS atau Yarsis di Kartasura Sukoharjo, Senin (4/6/2018). (Iskandar/JIBI - Solopos)
04 Juni 2018 13:55 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seratusan karyawan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) atau dulu juga dikenal sebagai Yarsis, Senin (4/6/2018), menuntut gaji yang diutang perusahaan sejak Agustus 2017 segera dibayarkan kepada mereka. Mereka juga minta tunjangan hari raya (THR) dicairkan karena Lebaran semakin dekat.

Selain itu, para karyawan mendesak direktur RSIS mundur karena dinilai tak cakap memimpin. Dialog tersebut dihadiri pimpinan RSIS yakni Jufrie, Amin Romas, dan lainnya. 

Pantauan solopos.com, suasana memanas saat dilakukan dialog antara karyawan dengan pimpinan RSIS di salah satu ruangan RSIS yang berlokasi di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, sejak sekitar pukul 10.30 WIB tadi. Salah satu karyawan saking emosinya sampai menggebrak meja kaca hingga pecah berantakan.

Salah seorang perawat RSIS, Yuli, mengaku menuntut THR dan gaji yang diutang segera dilunasi karena dirinya sangat membutuhkannya. "Kalau Bapak uang sekian tak berarti, tapi bagi kami uang itu sangat berarti. Saya sampai ngutang ke sana kemari," ungkapnya kepada Direktur RSIS, Jufrie.

Jufri mengatakan sebagai direktur dia tak akan mundur dan menunggu proses hukum.

Sementara terkait gaji yang diutang dan THR, pihak pimpinan RSIS tak memberi kepastian kapan bakal cair. Mereka beralasan rumah sakit tak punya uang untuk membayar gaji dan THR. Saat ini, dari puluhan unit kerja yang ada di RSI, hanya sekitar tiga hingga empat unit yang masih beroperasi.

Hingga dialog berakhir beberapa jam kemudian, pihak pimpinan RSIS tak memenuhi tuntunan karyawan yang meminta gaji dan THR dibayarkan.