2 Dukuh di Ampel Boyolali Ini Jadi Kampung Piala Dunia

Anak-anak di Dukuh Gilingan Lor, Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali, bermain bola di dukuh mereka, Rabu (6/6 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
07 Juni 2018 12:25 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Piala Dunia 2018 Rusia yang dimulai 14 Juni masih sepekan lagi, namun gempita penyambutannya sudah terasa di mana-mana. Di Dukuh Gilingan Lor, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali, persiapan menyambut pesta pertandingan sepak bola terakbar ini sudah sangat terasa.

Warga di daerah yang berjarak sekitar 26 km ke arah barat daya dari kota Boyolali ini sudah menghias lingkungan mereka dengan semua yang berbau piala dunia. Seperti pada gapura pintu masuk dukuh dipasangi papan bergambar maskot piala dunia di sisi kanan dan kirinya.

Selain itu, pada bando gapura juga dipasang spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Kampung Piala Dunia Dukuh Gilingan Lor”. Di bawah bando, jalan beraspal itu digambari piala dengan ukuran besar.

Lebih ke dalam kampung, sepanjang jalan dihiasi bendera-bendera negara peserta piala dunia. Tak hanya itu, tembok pagar warga juga dicat dengan warna negara yang mereka sukai. Sementara itu, di jalan juga terdapat lapangan bola mini untuk bermain anak-anak.

Pencetus ide Kampung Piala Dunia ini adalah Sriyanta, 30, dan Suwarno, 41. Sriyanta, mengatakan gagasan ini dilatarbelakangi banyaknya kampung Ramadan di daerah lain pada Bulan Puasa ini. “Di banyak tempat kan banyak kampung Ramadan. Kalau kami bikin seperti itu kan enggak ada bedanya. Makanya kami bikin Kampung Piala Dunia agar beda dengan yang lain. Kampung ini juga kami buat begini agar lebih semarak menyambut Lebaran. Kebetulan Piala Dunia dan Lebaran waktunya hanya selisih sehari,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kampungnya, Rabu (6/6/2018).

Sementara itu, Suwarno menambahkan ide tersebut ternyata disambut positif warga lainnya. Selanjutnya mereka sepakat memberikan sumbangan material untuk mempercantik kampung mereka. “Ada yang urun cat, ada yang urun spanduk, ada pula yang uang untuk beli bendera. Semuanya ya kira-kira Rp10 juta-Rp12 Juta,” imbuhnya.

Selain menghias dukuh, Kampung Piala Dunia  di Gilingan Lor ini juga akan dimeriahkan dengan lomba-lomba pada Minggu (10/6/2018) nanti. Di antaranya lomba mewarnai maskot piala dunia bagi anak-anak, lomba memasukkan bola ke lubang ban kendaraan bagi warga, dan lomba senam ale-ale bagi ibu-ibu.

Puncaknya adalah nonton bareng piala dunia di halaman rumah Suwarno. Namun saat ini Sriyanta dan Suwarno sedang mencari ketentuan penyelenggaraan nonton bareng mengingat acara tersebut mempunyai hak cipta.

Sementara itu, Kepala Desa Urutsewu Haryanto mendukung kegiatan warga. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dan mengarahkan warga untuk melakukan sesuatu yang baik. “Selama kegiatan warga ini positif kami dukung,” kata dia.

Sementara itu, Kampung Piala Dunia di Urutsewu ini tak hanya ada di Gilingan Lor, tetapi juga di Dukuh Tergasari. Di dukuh ini suasanya juga mirip dengan Gilingan Lor.