Jalur Alternatif Sukoharjo-Bulu via Lengking Bisa Dilalui Pemudik

Kondisi Jembatan Lengking di jalur alternatif Sukoharjo/Bulu seusai direhab, akhir tahun lalu. (Solopos/Dok)
09 Juni 2018 02:00 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemudik yang melewati wilayah Sukoharjo tak perlu khawatir jika terjebak macet di jalur utama Solo-Wonogiri pada puncak arus mudik Lebaran kali ini. Pemudik bisa memanfaatkan jalan alternatif via Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Sukoharjo.

Jalur alternatif ini bisa ditempuh dari simpang tiga Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, berbelok ke Desa Pondok dan Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, kemudian Desa Lengking. Jalur alternatif ini bisa digunakan setelah Jembatan Lengking selesai dibangun akhir tahun lalu.

Sedangkan ruas jalan sisi utara atau Solo dan Palur serta sisi barat arah Klaten saat ini sudah selesai diaspal ulang dan sudah siap dilewati pemudik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, Suraji, mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan, Jumat (8/6/2018).

Suraji menjelaskan 100% ruas jalur mudik selesai diaspal dan dilebarkan. “Ada satu jalur altenatif baru bagi pemudik ke arah selatan atau Bulu, Tawangsari, dan Weru. Jalur alternatif via Jembatan Lengking tidak hanya via Jembatan Banmati,” ujarnya didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sukoharjo Jumadi.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo ini mengatakan pemudik ke arah Bulu akan lebih dekat jika melalui rute Mandan, Sukoharjo kemudian Desa Tanjung via Jembatan Lengking. “Jembatan Lengking selesai dibangun tahun lalu. Sebagian jalan juga sudah diperbaiki, khususnya ruas jalan Desa Pondok sudah dilebarkan dua meter dan diaspal. Ruas jalan mudik dijamin sudah mulus dan tidak rusak.”

Suraji menyebutkan ruas jalur mudik seperti Jl. Adi Sumarmo dan Jl. Slamet Riyadi, Kartasura, sudah selesai diperbaiki. Kemudian ruas jalan di Kecamatan Baki seperti ruas jalan Gentan hingga Kadilangu, Kadilangu hingga Daleman, dan Kadilangu hingga Tanjunganom, Grogol, sudah diperbaiki termasuk Jl. Ir. Soekarno, Kecamatan Grogol.

“Ruas jalan Palur, Mojolaban, juga Mojolaban-Kayuapak, Polokarto, sudah selesai. Kami menerima telepon warga soal kerusakan jalan ruas jalan depan Kantor Desa Gonilan, Kartasura. Tapi itu jalan milik Solo bukan Sukoharjo.”

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sukoharjo, Jumadi, menambahkan masih ada 17 paket pekerjaan jalan senilai Rp33,5 miliar masih tahap lelang. Namun, pekerjaan itu untuk ruas jalan yang tidak masuk prioritas jalur mudik. Dana tersebut dari dana APBD Sukoharjo senilai Rp20 miliar dan dana alokasi khusus pemerintah pusat senilai Rp13,5 miliar.

Sementara itu, seorang warga Ngasinan, Bulu, Sahid, mengaku senang jalan alternatif via Jembatan Lengking sudah diperbaiki. Menurutnya, keberadaan jalan alternatif itu membuat jarak tempuh Bulu ke Sukoharjo lebih cepat.

“Dari rumah [Ngasinan] ke Sukoharjo Kota hanya 15 menit lebih cepat daripada lewat Banmati, Dalangan,” katanya.