Polisi Tembak Sapi Ngamuk di Banyuanyar Solo

Anggota Polresta Solo bersama warga menangkap seekor sapi yang mengamuk di Jl. Adi Sumarmo, Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Minggu (10/6 - 2018). (Istimewa/Iswan Polresta Solo)
10 Juni 2018 14:30 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seekor sapi yang hendak dikirim kepada konsumen menggunakan mobil pikap tiba-tiba lepas di Jl. Adi Sumarmo, Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Minggu (10/6/2018). Sapi itu akhirnya mengamuk hingga mengakibatkan satu sepeda motor rusak dan satu orang luka ringan.

Informasi dihimpun Solopos.com, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB bermula saat petugas pengantar sapi menggunakan mobil pikap membawa satu ekor sapi dari Jatipurno, Karanganyar, menuju ke Banyuanyar.

Sesampainya di dekat SPBU Banyuanyar Solo, sapi hendak diturunkan. Tiba-tiba tali yang digunakan untuk mengikat kepala sapi lepas.

Sapi keluar dari mobil pikap dan berlari di tengah jalan berusaha menyeruduk semua orang yang mendekat. Sepeda motor milik pengguna jalan ikut diseruduk sehingga rusak ringan. Warga yang mencoba menangkap sapi juga diseruduk sapi sehingga mengalami luka ringan.

Sapi baru bisa ditangkap warga setelah anggota polisi Polresta Surakarta/Solo menembak kakinya.

Anggota Polresta Solo Aiptu Iswan mewakili Kapolresta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan butuh waktu sekitar satu jam untuk menangkap sapi tersebut. Jl. Adi Sumarmo di dekat SPBU sempat macet karena petugas menutup jalan tersebut agar tidak ada korban diseruduk sapi.

“Saya saat itu sedang menjalankan tugas piket di Pospam Operasi Ketupat Candi bersama Bripda Juna di Banyuanyar. Ada warga yang menginformasikan ada sapi mengamuk di jalan, saya langsung menuju ke lokasi kejadian,” ujar Iswan saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu.

Ia menjelaskan warga bersama sejumlah anggota Polresta Solo berusaha menangkap sapi dengan mengikatkan tali di bagian kaki namun tidak berhasil . Sapi malah marah dan mengejar orang yang akan menangkapnya. Petugas kemudian menembak kaki kiri depan sapi menggunakan senjata api.

“Petugas sempat menyemprotkan APAR [Alat Pemadam Api Ringan] di mata serta mulut sapi untuk memudahkan menangkapnya. Saya menembak sapi agar tidak melukai orang lain. Rencananya sapi ini akan disembelih oleh konsumen yang membelinya,” kata dia.

Seorang warga Banyuanyar, Tarman, mengaku tidak mengetahui pasti kronologi kejadian. Saat sapi mengamuk kondisi Jl. Adi Sumarmo ramai karena banyak warga beraktivitas serta pemudik yang lewat jalan itu.

“Saya juga ikut lari saat kejadian karena takut diseruduk sapi. Orang yang mengantarkan sapi juga kesulitan menangkap sapi sehingga dibantu anggota polisi untuk menangkapnya,” kata dia.