Volume Kendaraan Meningkat 20 Persen di Bundaran Kartasura

Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
10 Juni 2018 15:30 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Volume kendaraan bermotor yang melewati Bundaran Kartasura meningkat sekitar 20 persen pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5. Kondisi arus lalu lintas didominasi mobil pribadi dan bus.

Pantauan Solopos.com, Minggu (10/6/2018), kondisi arus lalu lintas dari arah Jogja-Solo dan sebaliknya ramai lancar. Begitu pula kondisi arus lalu lintas dari arah Semarang-Solo  dan sebaliknya pada menjelang Lebaran. Mobil pribadi berpelar nomor B, D, serta A mendominasi arus lalu lintas yang melewati Bundaran Kartasura dari arah Jogja maupun Semarang.
Sebagian bus yang mengangkut para pemudik juga berseliweran di jalur arus mudik dan balik Lebaran. Sementara petugas terlihat memantau kondisi arus lalu lintas di tiga pos pengamanan (Pospam) Lebaran di wilayah Kartasura.

“Peningkatan volume kendaraan bermotor yang melewati Bundaran Kartasura sekitar 20 persen. Tidak ada penumpukan kendaraan bermotor atau kemacetan arus lalu lintas,” kata Kepala Pospam Bundaran Kartasura, Iptu Suyono, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

Sebagian pemudik asal Jakarta dan sekitarnya telah berangkat untuk menempuh perjalan jauh menuju kampung halaman untuk merayakan Lebaran. Mereka menggunakan mobil pribadi melewati jalur utara dan selatan.

Hal ini mengakibatkan peningkatan volume kendaraan bermotor di jalur mudik Lebaran termasuk Bundaran Kartasura. Terlebih, para pegawai negeri sipil (PNS) dan pelajar sudah libur Lebaran. “Para pemudik tak ingin terjebak kemacetan di jalan sehingga mereka pulang kampung lebih awal. Mereka diperkirakan berangkat dari perantauan pada Jumat (8/6/2018) malam atau Sabtu (9/6/2018),” papar dia.

KBO Satlantas Polres Sukoharjo ini memprediksi volume kendaraan bermotor yang melewati Bundaran Kartasura tetap meningkat hingga Lebaran. Namun, persentasenya bakal turun dibanding pada H-6 dan H-5 Lebaran.

Lebih jauh, petugas disiagakan di lokasi rawan kemacetan selama 24 jam. “Petugas segera mengalihkan arus lalu lintas apabila terjadi kemacetan. Kami sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas di sejumlah lokasi rawan kemacetan,” tutur dia.

Seorang pemudik asal Depok, Jawa Barat, Wibowo, mengatakan arus lalu lintas di jalur mudik padat lancar. Arus mudik pada Lebaran tahun ini terpecah dengan adanya ruas jalan tol fungsional di sejumlah daerah. Sebagian pemudik memilih melewati ruas jalan tol untuk menghindari kemacetan kendati masih minim lampu penerangan saat malam hari.