Solo Macet, Pemudik Sebaiknya Lewati Jalan Ini

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. (Solopos/Dok.)
11 Juni 2018 20:55 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kemacetan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Solo sulit terhindarkan saat memasuki arus mudik Lebaran. Masyarakat maupun para pemudik harus menerima konsekuensi berhadapan dengan macet jika telah memutuskan melewati jalanan Kota Bengawan.

Seperti yang terjadi di kawasan Manahan dan Terminal Tipe A Tirtonadi pada H-6 Lebaran atau Senin (11/6/2018) pukul 13.00 WIB. Berdasarkan pantauan solopos.com, para pengguna kendaraan dari arah Manahan terhambat macet saat menuju ke arah timur.

Hampir semua ruas jalan yang menjadi akses kendaraan ke arah timur dari Jl. Adisucipto macet, antara lain Jl. R.M. Said (arah Pasar Nonko), Jl. Setiabudi (arah Jl. S. Parman), maupun Jl. A. Yani (arah simpang Tirtonadi). Kendaraan belum bisa melewati Kota Barat karena perlintasan sebidang Manahan masih ditutup untuk pembangunan flyover Manahan.

Setelah keluar dari kawasan Manahan, beberapa kali kendaraan sampai terhenti di tengah perempatan Eks Pemuda Theater karena tak tertampung masuk di ruas Jl. R.M. Said. Kemacetan arus lalu lintas di Jl. R.M. Said selain dipengaruhi oleh padatnya kendaraan juga disebabkan oleh pergerakan kereta api di perlintasan sebidang Pasar Nongko.

Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di perempatan eks Pemuda Theater, sejumlah petugas Satlantas Polresta Solo mengalihkan kendaraan dari Jl. M.T. Haryono maupun Jl. Raden Mas Said untuk tidak masuk ke Jl. R.M. Said.

Namun, pilihan itu nyatanya membuat kendaraan menumpuk di Jl. Setiabudi dan Jl. A. Yani. Pada Senin siang, antrean kendaraan di Jl. Setiabudi dari arah barat ke timur bahkan terjadi mulai dari perempatan Jl. Setiabudi-Jl. Tirtonadi (arah pintu masuk Terminal) hingga pertigaan Jl. S. Parman-Jl. Setiabudi.

Kepadatan arus lalu lintas di Jl. Setiabudi terjadi karena kendaraan tak bisa lancar masuk ke Jl. S. Parman yang juga padat. Kepadatan arus lalu lintas di Jl. S. Parman terjadi karena dipengaruhi juga oleh adanya pergerakan kereta api di perlintasan sebidang Balapan.

Sementara itu kemacetan arus lalu lintas di Jl. A. Yani terjadi di lajur jalan utara mulai dari simpang Kampus AUB hingga simpang Tirtonadi.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menganjurkan kendaraan pemudik dari arah barat lebih baik memanfaatkan jalur menuju ring road Mojosongo jika ingin menuju ke arah timur memasuki wilayah Sragen, Ngawi, Surabaya, dan seterusnya.

Pengendara yang telah berada di Jl. Adisucipto diarahkan lewat Jl. Letjen Suprapto-Jl. Mangun Sarkoro-simpang Komplang-simpang Joglo-Mojosongo agar terhindar dari kemacetan di tengah kota Solo. Hari membenarkan jika kemacetan di sejumlah ruas jalan di Solo sulit terhindarkan terutama di sekitar pusat kegiatan dan perbelanjaan.

Dia memprediksi puncak kepadatan arus lalu lintas di Solo bakal terjadi selama dua hari yakni baru pada H-3 Lebaran atau Selasa (12/6/2018) dan H-2 Lebaran atau Rabu (13/6/2018). Dia memprediksi jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada dua hari itu lebih banyak 5% dari hari lain saat arus mudik Lebaran yakni mencapai 500.000 lebih kendaraan.

“Perkiraan logika saja. Mudik Lebaran kali ini kan lama waktu perjalanannya rata-rata diprediksi tidak sampai 24 jam karena adanya fungsional tol. Informasi itu mungkin membuat masyarakat berfikir untuk tidak tergesa-gesa mudik di awal libur cuti bersama. Mereka akhirnya memilih mudik agak mepet Lebaran dengan mengunakan kendaraan pribadi. Saya rasa dua hari ke depan ini [Selasa dan Rabu] bakal menjadi puncak arus mudik di Solo,” jelas Hari saat diwawancarai solopos.com, Senin siang.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Mudo Prayitno, mengatakan puncak kepadatan arus lalu lintas di jalanan kota Solo selama empat hari terakhir masa angkutan Lebaran, termasuk pada Senin kemarin rata-rata terjadi pada pukul 10.00 WIB-13.00 WIB. Setelah itu arus lalu lintas mulai berangsur turun.

“Kepadatan rata-rata mulai terjadi pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB, khususnya di lokasi CBD [cetral business district], seperti Pasar Gede, Pasar Klewer, kawasan Nonongan, Coyudan, Singosaren, pasar Nongko, hingga Kerten. Memang selain arus mudik, kami melihat kepadatan dipengaruhi juga oleh pergerakan lalu lintas yang makin dinamins di dalam kota jelang Lebaran,” jelas Mudo di CC room Kantor Dishub Solo.