Pakai Kalung Emas 28 Gram, Bakul Sragen Dijambret

ilustrasi penjambretan. (Solopos/Whisnu Paksa)
11 Juni 2018 09:16 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pedagang asal Grasak RT 016 Katelan, Tangen, Sragen, Wagiyem, 45, menjadi korban penjambretan  di Jembatan Grabadan, Katelan, Minggu (10/6/2018) sekitar pukul 07.45 WIB. Beruntung Wagiyem refleks memegang kalung emas 28 gram yang dipakainya sehingga upaya penjambretan itu gagal.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi saat Wagiyem dalam perjalanan pulang dari Pasar Janglot, Tangen, tempatnya berdagang. Saat itu Wagiyem bermaksud pulang ke rumah menggunakan jasa ojek, Saryanto, 57.

Sesampainya di Jembatan Grabagan, Wagiyem dipepet pelaku dari sisi kanan. Sekonyong-konyong pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro warna gelap menarik kalung di leher Wagiyem menggunakan tangan kiri. Wagiyem kaget bukan kepalang.

Wagiyem refleks menahan kalung yang dipakainya sehingga pelaku gagal merampas  perhiasan tersebut. Namun, karena ditarik pelaku, Wagiyem terjatuh ke badan jalan. Tubuhnya membentur aspal jalan dengan keras sehingga ia merasa kesakitan dan shock. Wagiyem lalu dibawa ke RSUD Sragen.

Kapolsek Tangen AKP Sartu mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat dimintai diwawancarai Solopos.com mengonfirmasi adanya percobaan perampasan  perhiasan seorang perempuan di Jembatan Grabagan. Polisi masih menyelidiki siapa pelaku percobaan perampasan itu. "Masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tutur dia.

Kapolsek menjelaskan kalung emas yang coba dirampas pelaku ada dua untai seberat 28 gram. Wagiyem mengalami luka lecet di sudut mata kiri, hidung, dan luka di bagian kepala. Luka tersebut harus dijahit oleh petugas RSUD Sragen. Korban menjalani rawat inap di RSUD tersebut.

"Sejumlah saksi juga sudah kami mintai keterangan. Semoga kasus ini bisa segera kami ungkap. Masyarakat kami harap berhati hati saat bepergian ke luar rumah, " seru dia.