Kendaraan Menumpuk, Lalu Lintas Ampel Boyolali Sempat Dibuka-Tutup

Kepadatan lalu lintas di dekat jalur keluar Tol Salatiga, Jateng, Sabtu (9/6 - 2018) sore. (Instagram/@satlantaspolressalatiga)
11 Juni 2018 13:16 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Lalu lintas di Ampel, Boyolali  pada jalur utama Semarang Solo via Boyolali, Senin (11/6/2018) sangat padat. Polisi menerapkan sistem buka tutup di kawasan jembatan Bakalan, Ampel untuk memperlancar arus lalu lintas tersebut.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, kendaraan dari arah Semarang menuju Solo  memadati jalur tersebut sejak pagi. Kendaraan dari berbagai jenis harus berjalan perlahan sejak memasuki Pasar Ampel.

Tokopedia

Kepadatan arus lalu lintas ini diperburuk dengan penyempitan jalan di jembatan Bakalan, Ampel yang berada beberapa kilometer ke arah timur dari Pasar Ampel. Penumpukan kendaraan pun terjadi dan mengekor hingga rastusan meter ke arah barat. Sementara itu, dari arah sebaliknya atau ke arah barat arus lalu lintas juga cukup padat namun relatif lancar

Menyiasati mengurai penumpukan kendaraan dari arah barat, polisi menerapkan sistem buka tutup. Kendaraan dari arah timur dihentikan di kawasan Tanduk, Ampel. Selanjutnya, kendaraan dari arah barat melaju menggunakan dua lajur ke arah timur.

Rekayasa lalu lintas ini cukup ampuh mengurai penumpukan karena kendaraan akhirnya dapat melaju dengan lancar.

Salah satu perwira Polres yang bertugas dalam pengamanan saat itu, AKP Edy Sukamto mengatakan, penumpukan kendaraan di Ampel ini disebabkan adanya kecelakaan lalu lintas antara truk dan bus di jembatan Bakalan yang terjadi pagi hari.

“Lalu lintas hari ini [Senin] memang cukup padat dan penumpukan ini akibat adanya kecelakaan tadi pagi sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Efek dari kecelakaan itu masih terasa cukup lama,” kata Edy yang juga menjabat Kasat Sabhara Polres Boyolali ini saat ditemui di Ampel.

Hingga siang hari, arus lalu lintas di Ampel masih padat namun lancar dan buka tutup sudah tidak diberlakukan.

Untuk diketahui, kawasan jembatan Bakalan juga menjadi salah satu fokus perhatian Polres dalam penanganan arus lalu lintas mudik  Lebaran. Di lokasi ini terdapat penyempitan jalan sehingga kendaraan harus mengantre dan mengekor cukup panjang.