Amankan Jalur Mudik, Polres Boyolali Terjunkan Penembak Jitu

Penembak jitu dari Polres Boyolali disiagakan di jalur mudik Salatiga-Boyolali, Minggu (10/6 - 2018). (Istimewa/Polres Boyolali)
11 Juni 2018 13:46 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Polres Boyolali menerjunkan penembak jitu di sepanjang jalur mudik tol fungsional  Salatiga-Boyolali. Langkah itu untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan di jalur mudik yang belum selesai dibangun itu.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, menegaskan polisi tak akan memberi ampun pelaku kejahatan yang nekat berulah di jalur mudik. Polisi bahkan tak segan menembak pelaku kejahatan yang nekat merampok atau melukai korban.

Tokopedia

"Para begal yang nekat berulah, akan kami dor. Setidaknya, tujuh penembak jitu sudah kami siagakan di jalur mudik," ujarnya melalui Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, kepada Solopos.com, Minggu (10/6/2018).

Para penembak jitu, kata Willy, akan disiagakan di jalur mudik tol fungsional Salatiga-Boyolali hingga arus balik. Mereka bergerak secara dinamis dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Dengan kendaraan yang mudah berpindah-pindah itu diharapkan petugas bisa leluasa bergerak jika ada tindak kejahatan dengan kekerasan di lokasi.

"Mereka bersenjata laras panjang dan laras pendek. Mereka bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memastikan kondisi aman," terangnya.

Menurut Willy, aksi kejahatan menjelang Lebaran cenderung meningkat. Para pelakunya juga tak segan bertindak nekat, seperti mengancam, melukai, atau bahkan membunuh korban yang mencoba melawan. "Nah, kami ingin ciptakan rasa aman. Dengan disiagakan anggota bersenjata di jalur mudik, kami ingin masyarakat merasakan aman dan pelaku kejahatan tak berani berulah," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Ampel, AKP Margono, mengatakan dibuka tol Salatiga-Boyolali secara fungsional berdampak cukup besar terhadap kelancaran lalu lintas di jalan utama Solo-Boyolali. "Jalan Solo-Boyolali, khususnya di Ampel, sangat lancar dan tak terlihat ada penumpukan kendaraan. Situasi juga terpantau aman," jelasnya.

Menurutnya, kendaraan roda empat yang selama ini melintasi jalan umum banyak yang beralih ke jalan tol fungsional. Akibatnya, konsentrasi jumlah kendaraan  terbagi dua dan sangat mengurangi kepadatan.

"Hanya keberadaan pasar tumpah yang kami antisipasi. Namun, secara umum terkendali," paparnya.