Warga Saling Dorong Demi Beras Zakat Fitrah dari Kodim Klaten

Warga antre pembagian sembako di depan gerbang markas Kodim 0723/Klaten, Jl. Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Senin (11/6 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
11 Juni 2018 17:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 1.100 kantong beras dibagikan ke warga miskin di sekitar Markas Kodim 0723/Klaten, Senin (11/6/2018) pagi. Beras itu merupakan zakat fitrah jelang Lebaran  dari anggota Kodim Klaten.

Zakat disalurkan diawali pembagian kupon kepada warga miskin. Pembagian zakat diwarnai aksi dorong warga yang berebut menembus pintu gerbang guna mendapatkan kupon. Aksi itu bisa diredam setelah anggota Kodim berada di tengah kerumunan serta mengatur antrean mendapatkan kupon.

Tokopedia

Komandan Kodim (Dandim) Klaten, Letkol (Inf) Eko Setyawan, mengatakan masing-masing kantong berisi 2,5 kg beras. Sasaran warga yang mendapatkan zakat yakni warga miskin terutama di sekitar Markas Kodim.

“Total ada sekitar 1.100 paket beras. Paket beras yang dibagikan di Kodim ada 750 paket. Sisanya dibagikan per Koramil,” kata Dandim saat ditemui wartawan di sela-sela pembagian zakat.

Dandim menjelaskan pembagian zakat dimaksudkan meringankan beban warga miskin. Pembagian zakat merupakan bagian dari kewajiban umat Islam menjelang Idulfitri.

“Secara tidak langsung kegiatan hari ini juga mengajak anggota serta keluarganya untuk saling berbagi. Mudah-mudahan dengan zakat yang diberikan bisa sedikit membantu warga miskin saat Lebaran,” jelasnya.

Salah satu penerima zakat, Sumiyem, 40, mengaku lega setelah berhasil mendapatkan satu plastik beras setelah lebih dari dua jam berdesakan dengan warga lainnya di depan gerbang Makodim. “Berasnya nanti bisa membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di rumah. Sudah dua tahun suami saya tidak bekerja. Saya yang mencari kebutuhan hidup sehari-hari untuk makan saya dan suami saya,” kata warga Srago, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, tersebut.

Begitu pula dengan Purwanti, 38, warga Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, yang ikut berdesakan. Ia membawa serta anaknya yang berusia enam tahun untuk mendapatkan zakat di Makodim.

“Tadi anak saya bermain dengan teman-temannya sementara saya mengantre. Sudah dua kali ini saya mendapat zakat dari kodim,” kata Purwanti.