42.553 Pemudik Berdatangan ke Wonogiri dalam 4 Hari

Petugas terminal, Suroso, mengawasi ratusan sepeda motor pemudik di halaman Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, Wonogiri, Minggu (11/6 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
11 Juni 2018 21:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sebanyak 42.553 pemudik tiba di Wonogiri  menggunakan angkutan umum, baik via program mudik gratis maupun mudik mandiri, dalam empat hari, Kamis-Minggu (7-10/6/2018). Jumlah itu diperkirakan terus meningkat hingga Lebaran.

Wonogiri merupakan daerah tujuan pemudik. Sebanyak 25 persen dari jumlah penduduk Wonogiri yang hingga Mei tercatat 1.086.000 jiwa merantau.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Senin (11/6/2018), pemudik mulai tiba di Kota Sukses sejak Kamis (7/6/2018) melalui program mudik gratis yang digelar beberapa pihak. Pada hari itu pemudik  yang tiba tercatat 2.114 orang.

Mereka diangkut menggunakan 105 unit bus. Pemudik melalui program gratis terus berdatangan hingga Minggu (10/6/2018).

Selama empat hari tersebut pemudik yang tiba di Wonogiri melalui program mudik gratis tercatat 25.378 orang yang diangkut 1.522 unit bus. Program mudik gratis  itu diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Jasa Raharja, BPJS, Sido Muncul, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), TNI AD, dan Angkasa Pura. Ada juga yang dari Bank Mandiri, PLN, Antam, Kimia Farma, Pelindo, PGN, Adi Karya, Bank OCBC, PT Koja, PT Kalta, dan BSN.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Terminal Tipe A Giri Adipura, Agus Hasto Purwanto, saat ditemui Solopos.com di terminal setempat mengatakan pemudik mandiri mulai berdatangan pada Sabtu (9/6/2018). Pada hari itu terjadi lonjakan kedatangan dibanding hari normal.

Sabtu itu tercatat 306 unit bus datang dengan 6.720 penumpang. Sehari sebelumnya kedatangan bus masih normal, yakni 217 bus mengangkut 4.643 penumpang. Pada Minggu kedatangan bus meningkat cukup signifikan dibanding sehari sebelumnya, yakni 408 bus mengangkut 10.455 penumpang.

Menurut Agus, puncak kedatangan pada musim mudik Lebaran tahun ini tidak dapat diprediksi. Kedatangan pemudik kemungkinan akan merata dari hari ke hari karena mereka memiliki banyak alternatif hari untuk pulang kampung mengingat sebelum Lebaran libur panjang.

Bagi pemudik yang bekerja di perusahaan swasta diprediksi akan mudik setelah Rabu (13/6/2018) karena tanggal tersebut merupakan hari terakhir masuk kerja. "Pola mudik tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini jauh hari sebelum Lebaran pun para perantau sudah bisa pulang karena liburnya panjang,” kata Agus.

Sementara itu, Kabid Angkutan Teknis Sarana dan Prasarana (ATSP) Dishub, Sudarno, menyampaikan seluruh pemudik dari Jakarta dan sekitarnya yang mengikuti program mudik gratis Pemkab tiba pada Minggu malam dan Senin dini hari. Sebanyak 43 bus yang mengangkut 1.809 pemudik berangkat dari 10 lokasi pada Minggu pukul 10.00 WIB.

Laju bus sempat tersendat selama lebih dari satu jam saat berada di Tol Cipali. Ada satu bus yang rusak saat tiba di Tegal. Akhirnya penumpang dialihkan ke bus pengganti dan baru sampai di Wonogiri Senin pukul 02.00 WIB. “Secara umum tidak ada kendala berarti,” ulas Sudarno.

Terpisah, Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti, menginformasikan arus lalu lintas di berbagai wilayah Wonogiri lancar meski ada peningkatan volume kendaraan. Oleh karena itu traffic light di sejumlah lokasi belum di-flash atau kedip-kedip kuning. Sebelumnya Satlantas dan Dishub sepakat jika arus padat traffic light akan di-flash sebagai petunjuk kendaraan boleh terus melaju dengan hati-hati.