Polisi Solo Selidiki Penyebab Tingginya Harga Daging Ayam

Pedagang menunjukkan daging ayam yang tidak laku terjual akibat operasi pasar di Pasar Jongke, Pajang, Laweyan, Solo, Selasa (12/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
12 Juni 2018 18:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Surakarta menyebarkan tim untuk mencari tahu penyebab tingginya harga daging ayam di pasar. Pengusaha ayam potong dan peternakan ayam yang kedapatan mempermainkan harga akan ditindak tegas.

“Kami menerima banyak keluhan dari pedagang dan konsumen terkait mahalnya harga daging ayam di pasar menjelang Lebaran. Setelah menerima keluhan tersebut kami langsung menindaklanjuti di lapangan,” ujar Ketua Satgas Pangan Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai saat ditemui wartawan di Mapolresta Surakarta, Selasa (12/6/2018).

Tokopedia

Andy mengungkapkan konsumen dan pedagang di pasar tradisional merasa dirugikan dengan mahalnya harga daging ayam. Tim Satgas Pangan tidak akan tinggal diam melihat hal tersebut.

“Kami mendapatkan laporan harga daging ayam di pasar sekarang menembus Rp40.000 per kg. Harga tersebut jauh dari harga normal yang seharusnya tidak sampai di atas Rp30.000 per kg,” kata dia.

Tim Satgas Pangan saat ini tengah menelusuri penyebab mahalnya daging ayam di pasar dengan mendatangi lokasi pemasok ayam di Soloraya. Selain itu juga menyelidiki dengan melihat jalur distribusi daging ayam mulai dari peternak sampai ke tangan konsumen.

“Kami juga mendorong Pemkot Solo agar menggelar OP [operasi pasar] daging ayam di pasar tradisional Kota Bengawan. OP ini setidaknya bisa membantu konsumen mendapatkan daging ayam dengan harga terjangkau yakni Rp33.000 per kg,” kata dia.

Andy menjelaskan setelah ada permintaan dari tim Satgas Pangan, Pemkot Solo bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan pengusaha ayam potong menggelar OP di Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Jongke, dan Pasar Harjodaksino. OP tersebut digelar selama dua hari Senin-Selasa (11-12/6/2018).

“Kami akan kembali memantau harga daging di pasar setelah dilakukan OP. Tim Satgas Pangan berharap OP bisa menurunkan harga daging ayam  di pasar menjelang Lebaran,” kata dia.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan Polresta juga memiliki tugas ikut mengendalikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Hasil pantauan tim Satgas Pangan harga kebutuhan pokok masih terkendali.

“Ada sejumlah kebutuhan harga pokok yang merangkak naik menjelang Lebaran seperti daging ayam dan telur. Kami berharap menemukan solusi penyebab mahalnya dua komoditas itu dalam waktu dekat agar masyarakat tidak terbebani,” kata dia.