Superman Sukoharjo Sambut Pemudik dengan Segelas Jamu

Superman Fans of Indonesia (SFoI) Soloraya membagikan jamu kepada pengguna jalan di Simpang Empat The Park Mall, Solo Baru, Senin (11/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
12 Juni 2018 13:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sugeng Rawuh Wonten Sukoharjo. Selamat Datang di Tanah Kelahiran. Itulah tulisan di spanduk warna putih yang dibawa sejumlah pria dan wanita berkostum Superman. Mereka membentangkan spanduk di depan para pengguna jalan menjelang buka puasa di Simpang Empat The Park Mall, Solo Baru, Senin (11/6/2018) sore.

Mereka merupakan anggota Superman Fans of Indonesia (SFoI) Soloraya yang membagi-bagikan ratusan takjil kepada para pengguna jalan. Bersama komunitas masyarakat lain seperti Sea Eagle Airsoft dan duta wisata Sukoharjo, anggota SFoI Soloraya menyambut kedatangan para pemudik di Sukoharjo.

Tokopedia

Menariknya, gabungan komunitas masyarakat itu juga membagi-bagikan jamu sebagai takjil kepada para pengendara mobil. “Jamu merupakan produk unggulan Sukoharjo yang berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Kami membagikan jamu agar para pemudik tetap sehat sehingga selamat sampai di kampung halaman,” kata seorang anggota SFoI Soloraya, Mustakhim, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin petang.

Mustakhim berupaya mengenalkan produk jamu kepada kaum boro yang tengah menempuh perjalanan  jauh menuju kampung halaman. Di Sukoharjo, sentra industri jamu terdapat di wilayah Kecamatan Nguter. Ratusan pengrajin jamu berskala kecil, menengah, dan besar memproduksi jamu di wilayah itu setiap harinya. Produk jamu itu dipasarkan di sejumlah kota di Tanah Air.

Tak sedikit produk jamu yang diekspor ke mancanegara seperti Malaysia dan Belanda. “Warga Sukoharjo patut bangga terhadap jamu yang pelanggannya menyebar di setiap kota besar di Indonesia. Hal ini harus dilestarikan dan dijaga,” papar dia.

Warga Kecamatan Tawangsari ini mengungkapkan sebagian warga Sukoharjo  mengadu peruntungan nasib di Jakarta dan sekitarnya. Sebagian warga yang merantau menjadi pekerja formal di perusahaan swasta maupun lembaga pemerintah. Namun, tak sedikit warga yang mengais rezeki dengan berwirausaha dengan membuka warung makan atau bengkel motor.

Dengan bekerja keras, ulet dan telaten, mereka berhasil menjadi orang sukses di tanah perantauan. “Kami ingin mengingatkan agar para perantau tidak melupakan tanah kelahiran. Kendati sukses di tanah perantauan, mereka dibesarkan dari bayi hingga dewasa di tanah kelahiran,” ujar Mustakhim.

Sementara itu, seorang perantau asal Palembang, Sumatra Selatan, Sarjono, mengatakan selalu pulang kampung ke Nguter untuk merayakan Lebaran bersama keluarganya. Sarjono mengaku merantau ke Palembang sejak puluhan tahun lalu. Dia meniti karier dari nol hingga kini memiliki jabatan strategis di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya tak pernah lupa dengan Sukoharjo sebagai tanah kelahiran termasuk jamu yang menjadi produk unggulan dari Nguter,” kata dia.