Sudah Mulus, Jalur Alternatif Klaten Siap Dilintasi Pemudik

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek jalan raya Wedi-Bayat wilayah Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Senin (11/6 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
12 Juni 2018 11:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Jalur alternatif di wilayah Klaten dipastikan siap dilintasi kendaraan  arus mudik dan balik Lebaran. Jalur-jalur tersebut kelar diperbaiki dan kini sudah mulus, siap dilintasi pemudik dengan nyaman.

Jalur alternatif tersebut yakni jalur ke Gunungkidul melewati Ngaran Mlese-Trucuk-Sajen-Cawas-Gunungkidul, jalur alternatif dari Jogja ke Sukoharjo-Wonogiri melewati Tegalmas-Wedi-Bayat-Cawas-Sukoharjo-Wonogiri, jalur alternatif menuju ke Semarang melewati Klaten-Ngupit-Jatinom-Tulung-Boyolali serta jalur alternatif ke Sleman dan Magelang melewati wilayah Prambanan dan Manisrenggo.

Tokopedia

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan dari pantauan sementara sejumlah ruas yang sebelumnya terdapat jalan berlubang sudah ditambal. Ia mencontohkan seperti sepanjang jalur alternatif ke wilayah Sukoharjo-Wonogiri-Gunungkidul.

Jalur alternatif itu melewati wilayah Tegalmas-Bayat. Di antara ruas jalur itu, terdapat lokasi rawan kemacetan seperti di depan Pasar Wedi Klaten. “Alhamdulillah sebagian jalan sudah selesai pemeliharaannya. Semoga bisa memperlancar arus mudik,” katanya saat ditemui wartawan di sela pantauan jalur alternatif wilayah Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Senin (11/6/2018).

Plt. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Suryanto, mengatakan menjelang Lebaran ada tiga proyek pengecoran jalan yang sudah dimulai. Di antara tiga ruas tersebut ada ruas Gatak Grojogan-Bayat yang menghubungkan Kecamatan Wedi-Bayat paling ramai dilintasi kendaraan.

Ruas jalan Gatak Grojogan-Bayat di wilayah Desa Paseban hingga Senin masih difungsikan separuh badan jalan lantaran ada proyek pengecoran. “Ruas lain berada di ruas lereng Merapi seperti arah ke Manisrenggo. Kepadatan arus lalu lintas di sana tidak terlalu masif. Sementara ruas Gatak Grogojan-Bayat diperbaiki sepanjang 1,6 km dengan dua segmen yakni beton dan aspal. Bagian beton rencananya pada Rabu [13/6/2018] nanti sudah dibuka semua sehingga lalu lintas Wedi-Bayat kembali lancar,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan volume kendaraan  yang melintasi Klaten mulai meningkat. Kepadatan terutama terjadi di pusat perbelanjaan sepanjang Jl. Pemuda. Kondisi itu seperti terlihat di depan Toko Laris, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah.

Di dua sisi jalur lambat digunakan untuk parkir kendaraan bermotor. Sementara di badan jalan, parkir kendaraan roda empat mengular hingga depan LP Klaten. sejumlah kendaraan terlihat parkir berjajar di badan jalan hingga menghambat arus lalu lintas.

Kabid Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto, mengatakan kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat sejak Sabtu (9/6/2018). Hanya, jumlah kendaraan yang melintas baru meningkat drastis pada Senin (11/6/2018).

“Kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, peningkatan H-4 ini mencapai 50 persen dibanding tahun lalu. Kami hitung di pintu masuk Klaten Prambanan-Delanggu kendaraan yang masuk hingga pukul 13.00 WIB itu 28.000 roda dua serta hampir 18.000 roda empat,” katanya.

Terkait parkir mobil yang berjajar di badan jalan utama, Joko menegaskan cara parkir tersebut sebenarnya dilarang. Semestinya, hanya terdapat satu jajar parkir di badan jalan utama. “Tentu akan kami tindak. Setiap saat ada petugas kami yang patroli,” jelasnya.