Pemdes Tlogowatu Klaten Keluarkan Rp99 Juta untuk THR dan Insentif

Penyerahan insentif dan THR kepada anggota lembaga desa, kelompok difabel, dan warga kurang mampu Desa Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Senin (11/6 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
12 Juni 2018 14:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, membagikan dana insentif dan tunjangan hari raya (THR) kepada anggota lembaga desa, kelompok difabel, dan warga kurang mampu. Total dana yang dibagikan mencapai Rp99 juta.

Kepala Desa Tlogowatu, Suprat Widoyo, mengatakan insentif dan THR itu diberikan kepada 125 orang yang bergiat di lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT/RW, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Tak hanya itu, ia juga memberikan bantuan kepada 15 penyandang difabel dan 100 warga tak mampu. "Nominalnya enggak seberapa. Kami berharap dana ini membantu meringankan beban warga karena harga-harga tinggi menjelang Lebaran. Semoga pada Lebaran nanti kita berbahagia bersama-sama," kata Suprat, saat ditemui Solopos.com di sela-sela pembagian insentif dan THR di Balai Desa Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Senin (11/6/2018).

Dana itu, lanjut Suprat, diambil dari Pendapatan Asli Desa dan Alokasi Dana Desa. Nilai insentif dan THR dihitung berdasarkan kemampuan keuangan desa. "PAD kami kali ini sedang turun. Sebelumnya kami bisa dapat Rp200 juta karena di sini banyak usaha tambang. Sekarang usaha tambang sedang lesu," beber dia.

Sekretaris Desa sekaligus mantan Bendahara Desa Tlogowatu, Klaten, Wardoyo, mengatakan total dana yang dibagikan dalam kegiatan itu senilai Rp99 juta. Khusus untuk bingkisan bagi warga tidak mampu tidak dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa. Bingkisan itu berasal dari corporate social responsibility (CSR) pihak ketiga.

"Ada 100 paket bingkisan berisi minyak goreng, gula pasir, dan beras berasal dari pihak ketiga. Desa hanya menyalurkan," tutur dia.

Secara terperinci, lanjut Wardoyo, insentif yang diberikan merupakan rapel selama enam bulan. Ketua RT/RW masing-masing mendapatkan insentif Rp50.000 per bulan. Sedangkan anggota Linmas Rp25.000 per bulan.

Anggota BPD mendapatkan alokasi Rp9,6 juta untuk rapel insentif selama enam bulan. Jumlah itu masih dibagi untuk sembilan anggota BPD.

"Kesembilan anggota BPD juga menerima THR senilai total Rp4,5 juta belum dipotong pajak. Desa juga mengalokasikan bantuan untuk 15 orang difabel dengan total Rp5 juta," urai Wardoyo.