Antisipasi Antrean Pengunjung, Begini Strategi Pengelola OW WGM Wonogiri

Pekerja menata lahan parkir sisi barat objek wisata WGM Wonogiri di Sendang, Wonogiri, Selasa (12/6 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
12 Juni 2018 19:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pengelola objek wisata Waduk Gajah Mungkur  (WGM) Wonogiri akan menerapkan strategi baru untuk mengantisipasi antrean panjang di pintu masuk objek wisata di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, itu saat libur Lebaran nanti.

Sudah menjadi pemandangan biasa saat libur Lebaran pasti terjadi antrean panjang di pintu masuk objek wisata kebanggaan wong Wonogiri itu. Antrean itu sedikit banyak berkontribusi pada kemacetan lalu lintas di jalan depan objek wisata itu yang merupakan jalan utama Wonogiri-Pracimantoro.

Rencananya pada libur Lebaran nanti pelayanan tiket pengunjung tidak lagi berdasarkan jumlah oranng melainkan jenis kendaraan saat masuk lokasi wisata saat digelar Gebyar Gajah Mungkur 2018, 15-24 Juni mendatang. Cara itu diyakini dapat mengurangi antrean pengunjung sehingga bisa meminimalkan kemacetan lalu lintas di jalan menuju tempat wisata seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala UPTD Wisata WGM Wonogiri, Pardianto, saat ditemui Solopos.com di tempat wisata tersebut, Selasa (12/6/2018), menyampaikan pelayanan tiket bagi pengunjung yang menumpang mobil akan dilakukan di pintu masuk. Petugas telah menyiapkan 20 loket yang terbagi menjadi dua, yakni 16 loket di pintu masuk timur dan empat loket di pintu barat.

Pengunjung bermobil juga akan dilayani petugas dengan sistem jemput bola. Dengan cara itu pelayanan tiket bisa lebih cepat.

Sementara pelayanan tiket untuk pengunjung yang mengendarai sepeda motor dilakukan di pintu keluar lahan parkir baru sisi barat. Teknisnya, pengunjung langsung masuk kawasan wisata lalu menuju lahan parkir di sisi barat.

Sesampainya di lokasi parkir pengunjung bisa langsung memarkirkan sepeda motor. Setelah itu pengunjung keluar lokasi parkir di pintu tersendiri lalu membayar tiket masuk sekaligus tiket parkir. Pengelola menyiapkan 12 loket di lokasi tersebut.

Pada event Lebaran tahun-tahun sebelumnya layanan tiket pengunjung bermobil dan bersepeda motor hanya dipusatkan di pintu masuk. Meski pengelola menyiapkan loket lebih banyak dibanding hari normal, yakni 20 loket, tetap saja terjadi antrean panjang. Alhasil, arus lalu lintas dari arah kota menuju wisata WGM macet dari depan tempat wisata hingga Tugu Kalpataru, Wuryorejo, lebih kurang 3,5 km.

“Semoga dengan pengubahan layanan tiket ini arus lalu lintas nanti lancar. Kalau sebelumnya memang terjadi penumpukan kendaraan di area wisata karena daya tampung lahan parkir kurang. Tahun ini kami membuka lahan parkir baru di sisi barat seluas hampir 2 hektare khusus untuk sepeda motor. Daya tampungnya mencapai 10.000 unit,” kata Pardianto.

Dia melanjutkan mulai tahun ini harga tiket masuk khusus kegiatan tertentu, seperti Lebaran, naik menjadi Rp18.000/lembar. Pada event sebelumnya Rp14.000/lembar. Pada hari normal Rp12.000/lembar. Tiket belum termasuk tarif parkir, yakni sepeda motor Rp1.000/unit, mobil pribadi Rp3.000/unit, minibus Rp5.000/unit, truk dan bus Rp10.000/unit.

“Hari terakhir akan ada pembagian makanan 2.500 porsi ketupat dan 750 doorprize. Setiap hari juga ada pembagian doorprize untuk pengunjung,” imbuh Pardianto.

Terpisah, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Sulardi, mengatakan sepanjang jalan menuju WGM harus steril dari parkir kendaraan saat event berlangsung. Hal tersebut supaya tidak mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, mobil pengunjung yang keluar lokasi wisata menuju timur/kota harus melaju ke barat terlebih dahulu kemudian berputar di tanah lapang lebih kurang 100 meter dari tempat wisata. Hal itu supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan saat keluar lokasi.