TSTJ Solo Terapkan Parkir Elektronik Mulai 15 Juni 2018

Putra S.I.S.K.S. Paku Buwono XIII, G.P.H. Mangkubumi (kiri), memerankan Joko Tingkir dalam Kirab Joko Tingkir saat puncak perayaan Pekan Syawalan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Jurug, Solo, Minggu (2/7 - 2017). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
13 Juni 2018 00:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo akan menerapkan parkir elektronik (parkir-el) pada libur Lebaran 2018. Selain transparansi pengelolaan pendapatan parkir, sistem elektronik diterapkan guna mengantipasi tarif parkir ugal-ugalan yang tak sesuai dengan ketentuan.

Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan penerapan parkir-el saat Lebaran dinilai tepat. Saat itu pengunjung meningkat drastis dibandingkan hari libur biasa. Dengan demikian pendapatan dari sektor parkir jauh lebih transparan. Selain itu, sistem tersebut memberikan kenyamanan pengunjung kebun binatang tersebut.

Tokopedia

“Parkir-el akan kami terapkan pada 15 Juni nanti. Sistem ini menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan,” katanya ketika berbincang dengan wartawan, Senin (11/6/2018).

TSTJ Solo menggandeng pihak ketiga dalam menerapkan parkir-el tersebut. Hal itu sejalan pula dengan kebijakan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk menciptakan transparansi pengelolaan keuangan dan memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung.

“Parkir elektronik diterapkan hanya di dalam kawasan TSTJ. Kalau parkir di luar TSTJ, ranahnya bukan pada kami,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengunjung TSTJ Solo membeludak selama libur Lebaran. Akibatnya, kendaraan meluber ke area luar TSTJ. Tak hanya roda dua, juga kendaraan roda empat yang parkir hingga di luar area TSTJ.

“Jadi saking banyaknya pengunjung, parkir kendaraan pun sampai di jalan-jalan,” katanya.

Pada musim Lebaran kali ini, Bimo memasang target jumlah pengunjung 120.000 orang. Pengunjung tersebut akan memadati kawasan kebun binatang kebanggaan Wong Solo ini selama Pekan Syawalan TSTJ pada 15-19 Juni mendatang. Target tersebut dinilai sangat realistis mengingat animo masyarakat untuk mengunjungi TSTJ meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi dengan kembali beroperasinya dancing fountain (air mancur menari) di Taman Pelangi TSTJ.

“Taman Pelangi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke TSTJ Solo. Jadi kami optimistis target itu [pengunjung] bisa tercapai,” katanya.

Bimo mengatakan selama Pekan Syawalan TSTJ Solo beroperasi mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Dengan harga tiket Rp20.000 pengunjung akan menikmati aneka fasilitas seperti arena foto satwa, stan ekspo, dan hiburan musik. Beberapa pembenahan dikerjakan di antaranya perbaikan kandang satwa, pemasangan paving block dan sarana prasarana. Selain itu pihaknya juga menyiapkan beberapa spot selfie atau swafoto bagi para pengunjung TSTJ.

“Pembenahan ini sekaligus persiapan menyambut pengunjung saat musim Lebaran. Dan sekarang pembenahan telah selesai,” kata Bimo.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Solo Hasta Gunawan mengatakan Pekan Syawalan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tengah mudik di kawasan Soloraya. Mereka akan berbondong-bondong mengunjungi TSTJ. Menurutnya, pemudik diperkirakan membanjiri objek-objek wisata di Solo, seperti Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, TSTJ, Kampung Batik, Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Museum Radya Pustaka, Museum Danar Hadi, Museum Keris Nusantara, serta Taman Balekambang. Wisata belanja juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Adapun tempat-tempat yang menjadi jujugan wisatawan untuk berbelanja di antaranya Pasar Klewer, Benteng Trade Center (BTC), Pusat Grosir Solo (PGS), serta Kampung Batik Laweyan dan Kauman.

“Kami juga punya wisata kuliner. Jadi tidak hanya ke objek wisata saja, tapi juga wisata belanja dan kuliner,” katanya.