Jukir Dadakan saat Lebaran di Solo Harus Pakai ID Khusus

ilustrasi parkir. (Solopos/Dok)
13 Juni 2018 12:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Juru parkir (jukir) musiman merebak di Kota Bengawan menjelang Lebaran 2018. Dinas Perhubungan (Dishub) Solo memetakan keberadaan jukir musiman tersebut di pusat keramaian kota, seperti pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran M. Usman ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (10/6/2018), mengatakan keberadaan jukir musiman bakal makin menjamur pada H-2 Lebaran. Saat ini Dishub terus melakukan operasi parkir secara intensif. Hal ini selain mengantisipasi merebaknya parkir dadakan juga antisipasi keberadaan petugas parkir ilegal atau liar.

Tokopedia

“Keberadaan jukir dadakan ini muncul karena adanya peluang saat permintaan parkir  meningkat dan jukir resmi kelabakan,” katanya.

Sebagai solusi, Dishub menyiapkan kartu identitas khusus bagi keberadaan jukir dadakan tersebut. Langkah ini agar keberadaan mereka tetap terpantau dan menarik tarif parkir sesuai dengan ketentuan. “Jangan sampai ada tarif parkir liar,” katanya.

Selain di sekitar destinasi wisata, aktivitas petugas parkir musiman itu biasa terlihat di pusat-pusat keramaian. Seperti halnya pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya. Usman mempersilakan masyarakat, misalnya karang taruna, untuk menggarap lahan parkir dadakan saat Lebaran.

Namun, mereka tetap harus izin ke Dishub dan mematuhi aturan perparkiran. “Jadi akan kami berikan tanda pengenal [ID card] khusus dan batasan wilayah operasional,” katanya.

Laporan jukir musiman itu menjadi bahan Pemkot Solo untuk memberikan pembinaan. Mereka harus tetap mengutamakan kelancaran lalu lintas daripada aktivitas parkirnya. Tarif parkir musiman di tepi jalan juga tidak boleh dinaikkan.

Usman menyebut tarif parkir itu harus menyesuaikan zona parkir terdekat yang sudah diberlakukan sebelumnya. Aktivitas jukir liar menjadi salah satu perhatian Pemkot Solo selama libur Lebaran, selain penaikan tarif sepihak oleh jukir resmi.

‘Sejauh ini kami belum menerima laporan soal pelanggaran parkir. Untuk antisipasi itu, kami intensifkan operasi,” katanya.

Ketua Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta) Ngadiyo mengatakan aktivitas jukir musiman tidak menjadi tanggung jawab pengelola lahan parkir resmi. Masing-masing pengelola hanya bertanggung jawab terhadap jukir resminya.

“Harus diakui, aktivitas jukir musiman sering ngawur karena menggunakan lokasi terlarang sebagai lahan parkir,” katanya.

Dia mencontohkan sisi selatan Jl. Mayor Sunaryo dan sisi timur Gapura Klewer merupakan beberapa titik parkir musiman yang tidak dikelola jukir resmi. Saat ini tak kurang 3.000 jukir resmi telah bergabung dalam Asparta. Mereka diwajibkan memakai tanda pengenal dan seragam resmi selama bertugas.