Ribuan Warga Berdesakan Rebutan Zakat Fitrah di Mapolresta Solo

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo (kanan) memberikan zakat fitrah kepada warga di Mapolresta, Rabu (13/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
13 Juni 2018 14:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 1.100 warga kurang mampu berebut zakat fitrah  di halaman Mapolresta Surakarta, Rabu (13/6/2018). Zakat fitrah yang dibagikan tersebut dihimpun dari anggota Polresta Surakarta.

Pantauan Solopos.com, seribuan warga kurang mampu penerima zakat fitrah sudah datang di depan Mapolresta Surakarta sejak pukul 07.00 WIB. Sementara pembagian zakat baru dimulai pukul 08.30 WIB. Petugas mulai membuka pintu utama untuk mempersilakan penerima zakat fitrah masuk ke lingkungan Mapolresta.

Warga yang sejak pagi menunggu berdesak-desakan berebut masuk ke dalam. Belasan petugas terpaksa terjun untuk menenangkan warga. Tidak ada warga yang terluka meskipun warga saling berdesak-desakan.

“Ada sebanyak 1.100 zakat fitrah  yang dibagikan warga kurang mampu di Solo. Zakat ini dari anggota yang dikumpulkan Polresta,” ujar Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, Rabu.

Ribut mengungkapkan pemberian zakat fitrah ini merupakan bagian dari kepedulian Polresta Surakarta terhadap warga kurang mampu di sekitar mapolresta. Sebelum pembagian zakat fitrah itu warga menerima zakat fitrah terlebih dahulu diberi kupon. Kupon yang diterima warga harus dibawa saat mengambil zakat fitrah di Mapolresta.

“Pemberian zakat fitrah ini merupakan agenda rutin yang diadakan Polresta menjelang Lebaran. Kami berharap dengan pemberian zakat fitrah ini bisa meringankan beban warga kurang mampu untuk mencukupi kebutuhan Lebaran,” kata dia.

Seorang warga, Dhea Marsya, 25, mengatakan zakat fitrah ini akan dibelikan beras untuk mencukupi kebutuhan selama Lebaran. Ia mengaku butuh perjuangan untuk bisa mengambil zakat fitrah  di mapolresta karena banyak warga berdesak-desakan ingin dapat zakat fitrah.

“Saya tiba di mapolresta bersama lima warga lainya dari kampung. Sebelum menerima zakat fitrah ada anggota polisi datang ke rumah memberikan kupon. Kupon tersebut diminta dibawa ke mapolresta Rabu pagi untuk ditukar dengan zakat fitrah,” ujar warga Pajang, Laweyan, tersebut kepada Solopos.com, Rabu.