Warga Solo Diimbau Tak Gelar Takbir Keliling

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
13 Juni 2018 18:10 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kapolresta Surakarta/Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengimbau kepada warga Solo agar tidak menggelar takbir keliling (tarling) pada Kamis (13/6/2018) malam. Kapolresta mempersilakan warga menggelar takbir di masjid atau musala kampung masing-masing agar tidak mengganggu arus lalu lintas Kota Bengawan.

“Kami tidak melarang warga menggelar takbiran. Alangkah baiknya takbiran digelar di masjid atau musala di kampung masing-masing,” ujar Ribut Hari Wibowo kepada wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (13/6/2018).

Ribut menjelaskan imbauan tersebut dikeluarkan Polresta untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Selain itu, juga untuk menjaga kondusivitas wilayah di Kota Solo pada malam takbiran.

“Kami mengajak warga Solo ikut menjaga kondusifitas wilayah. Polresta Solo akan mengerahkan personel di lapangan pada malam takbiran untuk memastikan tidak ada warga yang menggelar takbir keliling di jalan utama mudik,” kata dia.

Polresta Solo, lanjut dia, akan mengarahkan warga yang nekat menggelar takbir keliling ke jalur utama mudik untuk kembali ke kampung. Ditanya mengenai personel yang akan diterjunkan saat malam takbiran, Ribut menjelaskan jumlahnya sama dengan personel yang disiagakan saat Operasi Ketupat Candi yakni sebanyak 1.100 personel.

Ribut menjelasan warga juga dilarang menyalakan petasan pada saat malam takbiran. Petasan yang dinyalakan dapat mengganggu warga yang sedang beristirahat. Polresta akan melakukan razia untuk memastikan tidak ada warga yang menjual petasan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Subari, menjelaskan takbiran keliling boleh dilakukan asalkan tidak sampai masuk ke jalan utama mudik.

“Takbiran keliling masih bisa dilakukan di jalan kampung atau di masjid. Tidak ada kewajiban menggelar takbiran keliling. Kami mengajak semua umat Islam pada malam takbiran nanti ikut menjaga Kamtibmas di Kota Bengawan,” kata Subari.