Hafal Surat Al Fiil, Warga Boyolali Dapat SKCK Gratis

Eka Presetyawati, 28, (kanan), warga RT 001/ RW 001 Dukuh Kerten, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Boyolali saat membacakan hafalan Surat Al Fiil di Mapolsek Banyudono, Jumat (8/6 - 2018). (Solopos/Aries Susanto)
13 Juni 2018 08:00 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI--Kreativitas Polsek Banyudono, Boyolali dalam memuliakan Bulan Ramadan tahun ini layak diacungi jempol. Ketika sejumlah polsek di Boyolali mengintensifkan acara buka bersama atau salat tarawih bersama masyarakat, Polsek Banyudono memilih cara unik. Salah satunya ialah membuka layanan pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) gratis.

Layanan SKCK gratis ini syaratnya gampang sekali. Warga terlebih dulu harus mampu menunjukkan hafalan salah satu surat pendek Alquran kepada petugas. Jika bisa menunjukkan hafalannya dengan baik dan benar, maka pemohon dibebaskan biaya pengurusan SKCK. "Sebagai gantinya, yang membayar biaya SKCK adalah anggota Polsek Banyudono," ujar Kapolsek Banyudono, AKP Ahmad Nadiri, saat berbincang dengan Solopos.com belum lama ini.

Kegiatan unik ala Polsek Banyudono ini rupanya mendapatkan respon masyarakat. Eka Prasetyawati salah satunya. Perempuan 28 tahun ini tak menyangka, Jumat (8/6/2018) pagi itu, mendapatkan kado istimewa berupa pembebasan biaya SKCK di Polsek Banyudono. Dengan lancar dan benar, warga RT 001/ RW 001 Dukuh Kerten, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Boyolali ini mampu menunjukkan bacaan hafalan surat pendek dalam Alquran.

Eka membaca surat Al Fiil di luar kepalanya karena sudah hafal. Ayat tersebut mengisahkan tentang burung ababil yang menjaga Kabah dari serbuan tentara Abrahah. Eka sangat senang dan bangga bisa dapat hadiah di Bulan Ramadan penuh berkah itu.

"Saya enggak nyangka dapat pembebasan biaya SKCK ini," jelasnya.

Biaya pembuatan SKCK sendiri ialah Rp30.000/ orang. Biaya itu masuk sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Menurut Nadiri, selain menyemarakkan kegiatan Ramadan, kegiatan unik tersebut bertujuan untuk mendekatkan polri  dan masyarakat. Selama ini, polisi terus merajut kemitraan dengan masyarakat, tokoh agama dan budaya. Tak hanya itu, kegiatan itu juga sebagai wujud kepedulian polisi kepada kegiatan keagamaan.

"Warga bisa mengaji, polisi juga bisa bersedekah di bulan Ramadan," jelasnya.

Kanit Intel Polsek Banyudono, Aiptu Adi, mengatakan hingga menjelang Lebaran nanti, program tersebut akan diundi kepada warga secara acak. Materi hafalan, kata dia, tak hanya surat pendek, namun sesekali surat panjang sesuai dengan kemampuan warga. "Sesekali diselingi membaca Alquran juga. Nanti, anggota polisi yang patungan untuk mengganti biaya SKCK yang digratiskan itu," terangnya.