Zakat Fitrah Beras di Wonogiri 2,7 Kg/Jiwa

Ilustrasi zakat fitrah. (Solopos/Nicolous Irawan)
13 Juni 2018 09:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Wonogiri memutuskan zakat fitrah yang dibayarkan menjelang Lebaran tahun ini adalah 2,7 kg beras/jiwa. Zakat fitrah dapat berwujud uang sesuai kemampuan berdasar empat kategori harga beras di pasaran, yakni Rp9.000/kg, Rp10.000/kg, Rp12.000/kg, dan Rp14.000/kg.

Sekretaris PHBI Wonogiri, Hidayat Maskur, kepada Solopos.com, Selasa (12/6/2018), mengatakan PHBI mengimbau seluruh panitia penerimaan zakat fitrah mengikuti keputusan agar tidak ada perbedaan. Kendati demikian PHBI menyerahkan kebijakan zakat fitrah kepada masing-masing panitia.

Tokopedia

Dia menjelaskan zakat fitrah beras tahun ini naik dua ons dari tahun-tahun sebelumnya. Keputusan tersebut diambil berdasar ijtihad untuk memenuhi prinsip kehati-hatian.

Pertimbangannya bobot beras yang dijual di pasaran kemasan 5 Kg biasanya menyusut menjadi 4,7 kg-4,8 kg jika ditimbang ulang. Hal itu karena kadar air dalam beras saat digiling hingga didistribusikan ke pasar atau toko semakin berkurang, sehingga bobot menyusut. Untuk mengantisipasi supaya beras yang digunakan untuk zakat fitrah tidak kurang, PHBI memutuskan zakat fitrah beras 2,7 kg.

“Faktor lain karena memang para ulama secara keseluruhan [dalam skala nasional] ber-ijtihad untuk meninggalkan zakat fitrah beras 2,5 kg beralih kepada 2,7 kg,” kata Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri.

Zakat fitrah berwujud uang dapat dibayarkan sesuai kemampuan berdasar harga beras yang dikonsumsi masyarakat saat ini. Berdasar survei, terdapat empat kategori harga beras, yakni senilai Rp9.000/kg, Rp10.000/kg, Rp12.000/kg, dan Rp14.000/kg. Contohnya, apabila biasanya mengonsumsi beras rojo lele seharga Rp14.000/kg, zakat fitrah dibayarkan berdasar harga beras tersebut dikalikan 2,7 kg. Bagi warga yang mengonsumsi beras menthik wangi atau IR64 super seharga Rp12.000/kg, zakat fitrah dibayarkan berdasar harga beras itu dikalikan 2,7 kg. Hasil penghitungan selanjutnya dibulatkan ke atas.

“Misalnya berdasar harga beras Rp14.000/kg. Jika dihitung hasilya Rp37.800. Jadi, zakat fitrahnya dibulatkan ke atas menjadi Rp38.000/jiwa,” imbuh Hidayat.

Terkait tempat Salat Idulfitri di wilayah kota Wonogiri yang diatur PHBI, dia menginformasikan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Lokasi itu meliputi kawasan Masjid Agung At Taqwa, Jl. Jenderal Sudirman dan halaman Makodim 0728/Wonogiri, depan Markas Satlantas, Lapangan Bantarangin, dan kawasan Masjid Al Hidayah, Wonokarto dekat halaman Stadion Pringgodani. Takmir masjid di wilayah lain dapat menggelar Salat Idulfitri di lokasi yang ditentukan masing-masing.

“Soal takbiran, kami mengimbau agar tak dilaksanakan takbiran keliling di jalan raya baik jalan kaki maupun pakai kendaraan, agar tak menganggu lalu lintas. Kalau mau berkeliling di jalan kampung silakan,” ulas Hidayat.