Warga Solo Dilarang Bakar Petasan saat Lebaran

ilustrasi petasan. (Solopos/Dok)
14 Juni 2018 08:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meminta masyarakat tidak menyalakan petasan maupun kembang api yang dapat meledak saat perayaan Lebaran 2018. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, meminta pengertian dari masyarakat maupun pemudik yang tengah berada di Kota Bengawan tidak menyalakan petasan maupun kembang api yang dapat meledak.

Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau gangguan bagi orang lain. Dia berharap kondisi Kota Solo pada perayaan Lebaran kali ini bisa serupa dengan perayaan Malam Tahun Baru 2018 maupun Tahun Baru Imlek 2018 lalu di mana masyarakat mau mendukung seruan Pemkot tersebut.

“Larangan menyalakan petasan dan kembang api yang dapat meledak ini sudah menjadi kesepakatan dalam rapat Muspida dan Muspida Koordinator," kata Rudy, sapaan Wali Kota, saat diwawancarai Solopos.com di Gelora Manahan, Banjarsari, belum lama ini.

Rudy menyampaikan aktivitas menyalakan petasan jelas berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain yang kaget. Dia mempersilakan saja masyarakat menyalakan kembang api asal tidak meledak.

Rudy menceritakan selama Ramadan, Pemkot Solo  melalui Satpol PP Solo telah rutin menertibkan para penjual petasan dan kembang api yang dapat meledak. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan warga Solo menyalakan petasan dan kembang api saat Lebaran tiba.

“Suka tidak suka jika menyalakan petasan di sini, orang yang ada di sana jelas terkejut. Wong tidak tahu apa-apa kok tiba tiba mendengar ledakan. Kami melarang masyarakat menyalakan petasan bukan karena kami bicara yang begini begitu, tapi lebih untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pemudik di Solo,” jelas Rudy.

Kabid Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, menyampaikan selama Bulan Puasa personel Satpol PP dibantu petugas linmas Kota Solo rutin menyisir jalanan kota Solo guna mengantisipasi keberadaan pedagang petasan. Jika mendapati adanya pedagang petasan, personel Satpol PP dan linmas lantas memberikan pengertian atau pemahaman akan adanya kebijakan Wali Kota tersebut.

Agus Sis memastikan personel Satpol PP dan Linmas tidak semena-mena langsung meminta PKL petasan pergi meninggalkan Solo. “Kami tidak langsung melakukan penertiban kepada pedagang yang kedapatan menjual mercon di Solo. Kami beri tahu baik-baik lebih dulu soal kebijakan Pak Wali. Kami bersyukur rata-rata dari mereka mau memahami kebijakan tersebut. Mereka kemudian tidak tampak lagi berjualan di Solo,” jelas Agus Sis, Rabu.

Agus Sis menyebut kebijakan larangan menyalakan petasan dan kembang api yang dapat meledak bakal terus diberlakukan Pemkot Solo  termasuk pada hari biasa maupun hari besar lainnya demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan kota.



Tokopedia