Pemudik Pilih Tol Soker, Solo Jadi Lebih Sepi

Mobil pengguna jalan tol melintas di Gerbang Tol Colomadu di Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (9/6 - 2018). (Solopos/Iskandar)
14 Juni 2018 18:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Tren penurunan volume kendaraan pemudik melintas di Kota Bengawan sangat terasa pada musim Lebaran tahun ini. Beroperasinya jalan tol hingga gencarnya program pemerintah melakukan mudik gratis diduga penyebabnya.

Berdasarkan data traffic control (TC) Dinas Perhubungan (Dishub) Solo hingga H-2 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik melintas tercatat 2.666.955 unit. Angka tersebut menurun 11,45% atau 300.000-an unit kendaraan dibanding periode sama di tahun lalu.

“Kebanyakan pemudik cenderung memilih melewati jalan tol, sehingga mereka tidak masuk ke Kota Solo,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Ari Wibowo ketika berbincang dengan Solopos.com Kamis (14/06/2018).

Beroperasinya jalan tol Solo-Kertosono (Soker) dinilai mampu mengurangi kepadatan kendaraan pemudik di Kota Solo. Menurutnya, kepadatan kendaraan hanya terjadi di pusat-pusat keramaian kota, seperti kawasan Pasar Singosaren, Pasar Gede, Pasar Legi dan lainnya. Kendaraan tersebut memadati pusat-pusat perbelanjaan guna memenuhi kebutuhan Lebaran.

“Kondisi lalu lintas terpatau landai. Kepadatan hanya di pusat-pusat perbelanjaan saja,” kata Ari.

Pantauan petugas Dishub maupun data jumlah kendaraan yang keluar masuk pun menunjukkan tren penurunan kendaraan sejak H-5 Lebaran. Rata-rata kendaraan keluar masuk di Solo tercatat 400.000 unit. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu yang rata-rata per hari bisa mencapai 500.000 unit kendaraan. Prediksi puncak arus mudik pada H-2 Lebaran pun meleset.

“Kami perkirakan puncak arus mudik sudah terlewati. Apalagi berdasarkan pengalaman selama 10 tahun terakhir, H-1 dan hari H Lebaran biasanya tidak banyak pemudik yang melintas,” katanya.

Selain beroperasi jalan tol, lebih panjangnya cuti bersama pada Lebaran tahun ini ikut mempengaruhi pergerakan pemudik berkendaraan pribadi. Waktu keberangkatan pemudik menjadi lebih panjang, sehingga tidak terjadi penumpukkan arus mudik pada hari yang sama. Kondisi berbeda diperkirakan saat arus balik Lebaran nanti karena sisa waktu cuti bersama relatif lebih pendek dibanding sebelum Lebaran.

Wakapolda Jateng Brigjend Ahmad Lutfi seusai menggelar rapat di Mapolresta Solo, Kamis (14/06/2018), mengatakan dari hasil pantauan lalu lintas dari Brebes sampai dengan perbatasan Ngasem Jawa Timur dinilai lancar dan tidak ada black spot maupun trouble spot yang berarti. Keberadaan jalan tol Salatiga-Ngawi sangat berdampak pada kondisi lalu lintas di Jateng.

“Kondisi ini terlihat dari kelancaran lalu lintas yang terpantau,” katanya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat jalan tol belum dioperasionalkan atau difungsikan. Kendaraan pemudik banyak yang melintasi di jalan perkotaan sehingga membuat peningkatan kendaraan yang terjadi cukup signifikan.

“Dengan adanya jalan tol, masyarakat yang akan mudik mempunyai pilihan. Bisa memilih lewat jalan Pantura atau lewat jalan tol," tambahnya.