Nekat, Boncengkan Istri & Balita Mudik Naik Motor Bandung-Wonogiri

Suwarno, warga Baleendah, Kabupaten Bandung, bersama keluarganya mengendarai sepada motor melewati Telukan, Grogol, Sukoharjo, untuk mudik Lebaran ke di kawasan Pasar Krisak, Wonogiri, Kamis (14/6 - 2018). (Solopos / Hanifah Kusumastuti)
14 Juni 2018 17:30 WIB Hanifah Kusumastuti Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO — Sebuah sepada motor bebek Jupiter berwarna hitam melintas di jalan raya Telukan, Grogol, Sukoharjo, Kamis (14/6/2018) pagi. Dilihat sepintas pun, orang bakal tahu pengendara sepeda motor itu merupakan pemudik.

Selain berpelat nomor luar kota, barang-barang bergelantungan di sepeda motor itu. Salah satunya tas ransel berukuran lebih dari 3 liter yang menghiasi depan jok. Tas berisi barang-barang dan baju ganti tersebut membuat Suwarno, 50, yang mengendarai sepeda motor tersebut tampak kurang nyaman karena sempit.

Tokopedia

Apalagi di belakangnya masih ada dua orang lagi di boncengan. Mereka adalah istri Suwarno, Sri Mulyani,35; serta anak semata wayang mereka yang usianya belum genap 5 tahun.
“Ini dari Bandung,” ujar Suwarno dengan ramah ketika ditanya Solopos.com mengenai asalnya, Kamis.

Warga Bale Endah, Kabupaten Bandung, tersebut mengaku hendak mudik ke rumah orang tuanya di sekitar Pasar Krisak, Wonogiri. Suwarno mengaku berangkat dari Bandung, Rabu (13/6/2018) pukul 07.00 WIB. “Sempat berhenti beberapa kali. Ini saya mau lewat jalan yang kira-kira tidak macet,” ujarnya sambil membelokkan sepeda motornya.

Suwarno sengaja nekat mudik dengan berkendara sepeda motor karena takut terjebak macet. Dia bahkan sampai mengajak putranya yang belum genap 5 tahun. Selain takut macet, Suwarno memutuskan menggunakan sepeda motor karena alasan finansial. “Kalau beli tiket bus sudah sampi Rp400.000,” ujar buruh bengkel tersebut.

Suwarno hanya memakai pengaman seadanya dalam perjalanan yang memakan waktu sehari semalam tersebut. Dia mengenakan jaket kulit dan sepatu ket, serta helm. Istrinya dan anaknya juga tidak memakai perlindungan memadai untuk perjalanan jauh.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi melalui Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, mengatakan jumlah pemudik bersepeda motor yang melintas di Wilayah Sukoharjo pada Lebaran tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan pengendara yang memakai kendaraan roda empat. Yakni hanya sekitar 2 persen dari total pemudik jalur darat.
“Yah, maksimal 5 persen saja,” ujar Zamroni.

Faktor kesadaran karena risiko keamanan disinyalir menjadi salah satu penyebab penurunan tersebut.

“Tahun lalu memang ada penjagaan khusus untuk pemudik bersepeda motor, tapi tahun ini tidak ada penjagaan khusus, dari Polda juga tidak mengisyaratkan karena memang jumlahnya tidak banyak. Sekarang pelayanan mudik gratis semakin banyak, sudah ada jalan tol juga, jadi hanya sedikit yang memakai sepeda motor,” ujar Zamroni yang menilai kemacetan seharusnya bukan menjadi alasan untuk mudik dengan kendaraan roda empat.