H-1 Lebaran, Harga Ayam di Klaten Semakin Menggila

Seorang pedagang ayam potong menjual barang dagangannya di pasar darurat Delanggu, Klaten, Kamis (14/6 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
14 Juni 2018 09:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Harga ayam potong memasuki H-1 Lebaran 2018  semakin menggila. Harga ayam per potong di kawasan Delanggu, Klaten senilai Rp45.000.

Salah satu pedagang ayam potong di pasar darurat Delanggu, Ny. Yanto, 45, mengatakan harga ayam terus mengalami kenaikan secara bertahap saat memasuki awal puasa. Harga normal ayam per potong senilai Rp35.000. Saat ini, harga ayam per potong senilai Rp45.000.

“Dalam dua hari terakhir ada kenaikan Rp2.000 per potong. Harganya diprediksi akan terus naik,” katanya saat ditemui Solopos.com, di pasar darurat Delanggu, Kamis (14/6/2018).

Ny. Yanto mengatakan permintaan ayam potong menjelang Lebaran tetap tinggi meski harga naik. Dalam satu hari, Ny. Yanto mampu menjual ayam potong hingga empat kuintal.

“Meski naik, stok ayam justru saya tambah. Soalnya, permintaan juga naik [di hari biasa, hanya menjual hingga 1,25 kuintal]. Pembeli sudah memahami kenaikan harga ini,” katanya.

Pedagang sembako lainnya di Delanggu, Sugito, 72, mengatakan salah satu harga sembako yang diprediksi akan terus naik, yakni telur. Saat sekarang, harga telur dinilai masih tinggi, senilai Rp24.000 per kilogram.

“Harganya saat ini naik Rp2.000 per kilogram. Beberapa hari lalu, senilai Rp22.000 per kilogram. Dengan kenaikan harga telur ini, saya tak berani menyetok telur banyak-banyak. Paling 15 kilogram per hari. Takut tidak ada yang membeli,” katanya.

Sugito mengatakan harga sembako lainnya menjelang Lebaran 2018 di Klaten relatif stabil. Hal itu seperti harga minyak goreng senilai Rp11.500 per kilogram, bawang merah senilai Rp35.000 per kilogram, bawang putih senilai Rp22.000 per kilogram, gula pasir senilai Rp11.500 per kilogram.

“Ada yang naik dan ada yang turun itu sudah biasa. Yang penting ada pembelinya. Salah satu harga sembako yang turun itu bawang putih tadi dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp22.000 per kilogram. Mungkin karena stok di pasaran terlalu berlimpah. Makanya harganya berkurang,” katanya.