Bus Tingkat Bank Mayapada Buat Wisata Soloraya

Bus tingkat pemberian Bank Mayapada. (Istimewa)
15 Juni 2018 02:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Beberapa pengendara sepeda motor yang tengah melaju di Jl. Menteri Soepeno Solo tiba-tiba menepi saat melihat ke arah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Jumat (25/5/2018) siang. Mereka menghentikan laju kendaraan setelah menyaksikan penampakan sebuah bus berukuran jumbo yang terparkir di depan pintu ruang uji kendaraan (KIR). Tidak sedikit dari mereka bahkan langsung parkir di dalam kompleks Kantor Dishub Solo, dekat dengan keberadaan bus berwarna oranye mencolok tersebut.

“Penasaran saja dengan bus ini. Tampilannya beda dengan bus lain, termasuk bus tingkat Werkudara yang sudah dimiliki Dishub Solo. Bus ini kelihatan lebih modern,” kata Eko Pangudi, 19, salah seorang pengendara sepeda motor yang menyempatkan berhenti di Kompleks Kantor Dishub Solo untuk memotret bus yang membuatnya heran itu.

Tak puas hanya memotret sisi luar bus, Eko kemudian berupaya memotret kondisi dalam atau isi bus. Karena merasa sungkan, pemuda asal Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo tersebut akhirnya hanya memotret isi bus dari balik kaca. Eko tak enak hati meminta izin kepada petugas Dishub Solo agar diperbolehkan masuk ke dalam bus bertuliskan Bank Mayapada itu. Eko yang mengaku dirinya seorang bus mania tersebut memprediksi bus raksasa yang terparkir di halaman Kantor Dishub Solo adalah bus bikinan terbaru 2018.

“Bus ini lebih cocok dipakai untuk bus wisata seperti bus Werkudara. Pasti banyak wisatawan yang berminat menggunakannya. Mungkin nanti bus Mayapada ini bisa dibuat seperti bus Werkudara, yakni kaca bus yang berada di kursi atas bisa dilepas saja agar penumpang bisa bebas melihat kondisi luar,” ujar Eko mencoba memberi masukan.

Saat dimintai informasi, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyampaikan bus sumbangan Bank Mayapada tersebut bakal dimanfaatkan Dishub Solo untuk penyediaan moda transportasi wisata di Kota Bengawan. Namun, dia belum bisa memastikan kapan bus mulai bisa dinikmati masyarakat. Pasalnya, Dishub Solo masih harus merampungkan urusan administrasi terkait surat-surat kendaraan. Dishub Solo juga perlu terlebih dahulu menggelar pelatihan bagi para calon sopir. Dia berharap bus produksi Mercedes Benz itu bisa dijalankan tidak lama setelah perayaan Lebaran 2018.

“Karena bus ini termasuk bus modern, semuanya dikendalikan menggunakan tombol, maka perlu pelatihan bagi para calon sopirnya. Transmisi bus ini juga otomatis,” kata Hari saat ditemui wartawan seusai menyaksikan kondisi bus.

Kecanggihan bus Mayapada tersebut juga tampak dari sarana atau fasilitas bagi penumpang. Misalnya saja pintu bus yang dibuat otomatis terbuka dan tertutup karena adanya sensor.

Berbeda dengan bus Werkudara, Hari menyampaikan, bus Mayapada yang karoserinya dibuat di Kudus tersebut bakal difungsikan untuk keperluan pariwisata lintas daerah di Soloraya. Artinya, bus Mayapada yang kini juga telah dilengkapi dengan ornamen tokoh wayang Werkudara itu akan diarahkan bisa melayani penumpang dari Solo menuju ke obyek wisata di daerah lain di Soloraya, misalnya Museum Sangiran, Sondokoro di Karanganyar, sentra susu di Boyolali, Cokro Tulung di Klaten, dan sebagainya.

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menceritakan beberapa tahun lalu Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengirim surat permohonan pengadaan bus wisata ke Presiden lewat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Dishub meyakini bus dari Bank Mayapada tersebut adalah jawaban dari pemerintah pusat yang mengupayakan penyediaan bus wisata untuk Solo. Selain Solo, Bank Mayapada diketahui juga memberikan bus senilai Rp3,7 miliar tersebut ke Pemkot Surabaya.

 

 

Tokopedia